kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.890   8,00   0,04%
  • IDX 6.302   -72,08   -1,13%
  • KOMPAS100 823   -12,50   -1,50%
  • LQ45 627   -6,68   -1,05%
  • ISSI 217   -3,15   -1,43%
  • IDX30 351   -3,41   -0,96%
  • IDXHIDIV20 427   -2,06   -0,48%
  • IDX80 94   -1,35   -1,41%
  • IDXV30 117   -1,05   -0,89%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,56%

Daya beli buruh tergerus inflasi November


Jumat, 15 Desember 2017 / 12:49 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Daya beli buruh tani di perdesaan dan buruh di perkotaan secara nasional turun di bulan November. Penyebabnya, inflasi yang lebih tinggi dibanding kenaikan pendapatan yang diterima.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, rata-rata upah nominal buruh tani per hari pada November 2017 naik 0,21%. Sayangnya di saat yang bersamaan, terjadi inflasi di perdesaan mencapai 0,35%.

"Inflasi di perdesaan lebih tinggi dari inflasi perkotaan. Sehingga secara riil upah buruh tani mengalami penurunan sebesar 0,15%. Ini perlu kita perhatikan karena banyak sekali penduduk Indonesia yang bekerja di sektor pertanian," kata Suhariyanto, Jumat (15/12).

Tak hanya buruh di perdesaan, buruh bangunan di perkotaan juga demikian. Ia bilang, rata-rata upah nominal buruh bangunan naik tipis 0,02%. Sementara inflasi nasional di bulan lalu tercatat 0,2%.

"November terjadi inflasi tipis. Tetapi tetap lebih tinggi dari kenaikan pendapatan. Maka upah riil (buruh bangunan di perkotaan) turun 0,18%," tambah dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×