kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Daya beli buruh tergerus inflasi November


Jumat, 15 Desember 2017 / 12:49 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Daya beli buruh tani di perdesaan dan buruh di perkotaan secara nasional turun di bulan November. Penyebabnya, inflasi yang lebih tinggi dibanding kenaikan pendapatan yang diterima.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, rata-rata upah nominal buruh tani per hari pada November 2017 naik 0,21%. Sayangnya di saat yang bersamaan, terjadi inflasi di perdesaan mencapai 0,35%.

"Inflasi di perdesaan lebih tinggi dari inflasi perkotaan. Sehingga secara riil upah buruh tani mengalami penurunan sebesar 0,15%. Ini perlu kita perhatikan karena banyak sekali penduduk Indonesia yang bekerja di sektor pertanian," kata Suhariyanto, Jumat (15/12).

Tak hanya buruh di perdesaan, buruh bangunan di perkotaan juga demikian. Ia bilang, rata-rata upah nominal buruh bangunan naik tipis 0,02%. Sementara inflasi nasional di bulan lalu tercatat 0,2%.

"November terjadi inflasi tipis. Tetapi tetap lebih tinggi dari kenaikan pendapatan. Maka upah riil (buruh bangunan di perkotaan) turun 0,18%," tambah dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×