kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Cak Imin: Food Estate Bikin Rusak Lingkungan dan Tinggalkan Masyarakat Adat


Minggu, 21 Januari 2024 / 20:03 WIB
Cak Imin: Food Estate Bikin Rusak Lingkungan dan Tinggalkan Masyarakat Adat
ILUSTRASI. Calon wakil presiden Muhaimin Iskandar saat debat cawapres Pemilu 2024 di Jakarta (21/1/2024).


Reporter: Leni Wandira | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Calon wakil presiden nomor urut satu Muhaimin Iskandar menyoroti program food estate yang menjadi boomerang bagi petani dan meninggalkan masyarakat adat.

Hal itu disampaikan cawapres nomor urut 1 dalam debat Pemilu keempat di JCC, Senayan, Minggu (21/1).

"Food Estate itu terbukti mengabaikan petani kita, meninggalkan masyarakat adat, menghasikan konflik agraria bahkan merusak lingkungan," kata Cak Imin sapaan akrabnya saat menyampaikan visi misinya.

Baca Juga: Ganjar-Mahfud Kenakan Kostum Warna Hijau pada Debat Pilpres Malam Ini

Cak Imin juga menyinggung hanya sedikit petani yang menguasai tanah. Itu didasarkan badan Sensus Pertanian Badan Pusat Statistik.

"16 juta rumah tangga petani hanya memiliki tanah setengah hektare. Sementara ada orang yang memiliki tanah 500 ribu hektare sebagai kekuasaan yang diberikan negara kepadanya," ujarnya.

Bahkan, kata dia, pemerintah cenderung lalai dalam mengatasi krisis iklim saat ini. Karena, pembangunan justru mengabaikan keseimbangan antara kepentingan manusia dan alam.

"Krisis iklim terjadi, bencana ekologi terjadi di mana-mana, negara harus mengatasinya," ujar dia.

Baca Juga: Jelang Debat Ganjar Datangi Prabowo dan Anies

Sebagai informasi, debat capres-cawapres Pemilu 2024 keempat mengusung tema pembangunan berkelanjutan, sumber daya alam, lingkungan hidup, energi, pangan, agraria, masyarakat adat, dan desa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×