kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 17.745   -8,00   -0,05%
  • IDX 6.565   39,03   0,60%
  • KOMPAS100 860   8,58   1,01%
  • LQ45 651   7,48   1,16%
  • ISSI 229   0,39   0,17%
  • IDX30 365   4,36   1,21%
  • IDXHIDIV20 450   6,63   1,50%
  • IDX80 98   1,03   1,07%
  • IDXV30 125   1,09   0,88%
  • IDXQ30 116   1,52   1,32%

BPS: Neraca Perdagangan Kembali Surplus US$ 120 Juta Pada Juli 2026


Selasa, 01 September 2026 / 12:02 WIB
BPS: Neraca Perdagangan Kembali Surplus US$ 120 Juta Pada Juli 2026
ILUSTRASI. BPS mengungkapkan, neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus sebesar US$ 120 juta pada Juli 2026.          (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia berbalik surplus pada Juli 2026, setelah dua bulan beruntun sebelumnya yakni Mei dan Juni 2026 mencatatkan defisit.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan, surplus neraca perdagangan pada Juli 2026 mencapai US$ 0,12 miliar atau US$ 120 juta, atau naik dari bulan sebelumnya yang mencatatkan defisit US$ 450 juta.

“Surplus neraca perdagangan pada Juli 2026 mencapai US$ 0,12 miliar,” tutur Ateng dalam konferensi pers, Selasa (1/9/2026).

Adapun surplus neraca perdagangan tersebut didorong oleh surplus pada komoditas non minyak dan gas (migas) sebesar US$ 3,10 miliar, atau naik dari bulan sebelumnya sebesar US$ 3,04 miliar.

Baca Juga: BPS: Kinerja Impor Juli 2026 Naik 27,02% Menjadi US$ 26,09 Miliar

Sementara itu, kinerja impor migas masih mengalami defisit sebesar US$ 2,98 miliar, meski turun dari bulan sebelumnya yang mengalami defisit US$ 3,49 miliar.

Adapun Ateng menjelaskan, komoditas penyumbang surplus non migas adalah lemak dan minyak hewani nabati (HS 15), bahan bakar mineral (HS 27), dan besi serta baja (HS 72).

Sedangkan neraca perdagangan migas, mengalami defisit utamanya didorong oleh komoditas hasil minyak dan minyak mentah.

Lebih lanjut, surplus neraca perdagangan secara kumulatif atau dari Januari hingga Juli 2026 mencapai US$ 3,70 miliar, lebih rendah dari periode sama tahun lalu yang mencapai US$ 23,77 miliar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×