kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 17.745   -8,00   -0,05%
  • IDX 6.565   39,03   0,60%
  • KOMPAS100 860   8,58   1,01%
  • LQ45 651   7,48   1,16%
  • ISSI 229   0,39   0,17%
  • IDX30 365   4,36   1,21%
  • IDXHIDIV20 450   6,63   1,50%
  • IDX80 98   1,03   1,07%
  • IDXV30 125   1,09   0,88%
  • IDXQ30 116   1,52   1,32%

BPS: Kinerja Impor Juli 2026 Naik 27,02% Menjadi US$ 26,09 Miliar


Selasa, 01 September 2026 / 11:57 WIB
BPS: Kinerja Impor Juli 2026 Naik 27,02% Menjadi US$ 26,09 Miliar
ILUSTRASI. ?kinerja impor Indonesia pada Juli 2026 mencapai US$ 26,09 miliar atau naik 27,02% secara tahunan.   (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja impor pada Juli 2026 sebesar US$ 26,09 miliar atau naik 27,02% year on year (YoY).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan, kinerja impor mengalami peningkatan secara tahunan didorong oleh peningkatan impor non minyak dan gas (migas).

Adapun impor non migas mencapai US$ 22,33 miliar, atau naik 23,83% yoy. Sedangkan impor migas mencapai US$ 3,77 miliar atau naik 49,91% yoy.

“Total impor mengalami peningkatan secara tahunan didorong oleh impor non migas dengan andil peningkatannya sebesar 20,91% yoy,” tutur Ateng dalam konferensi pers, Selasa (1/9/2026).

Baca Juga: TOK! Paripurna DPR Setujui Destry Damayanti Jadi Gubernur BI

Adapun bila dilihat menurut pengunaannya kinerja impor didorong oleh impor barang konsumsi, bahan baku atau penolong, dan barang modal yang keseluruhannya meningkat.

Impor barang konsumsi mencapai US$ 2,24 miliar atau naik 10,50%, impor bahan baku atau penolong mencapai US$ 18,76 miliar atau naik 31,33% yoy, dan impor barang modal mencapai US$ 5,10 miliar atau naik 17,38% yoy.

Secara kumulatif, kinerja impor dari Januari hingga Juli mencapai US$ 163,33 miliar atau naik 19,94% yoy dari periode sama tahun lalu yang mencapai US$ 136,18 miliar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×