kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Surplus Neraca Dagang RI Diproyeksi Naik Jadi US$ 1 Miliar pada Mei 2026


Selasa, 30 Juni 2026 / 18:54 WIB
Surplus Neraca Dagang RI Diproyeksi Naik Jadi US$ 1 Miliar pada Mei 2026
ILUSTRASI. PT IPC Terminal Peti Kemas (Dok/IPC TPK)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menjelang rilis data perdagangan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 1 Juli 2026, surplus neraca dagang Indonesia diproyeksikan kembali melebar pada Mei 2026 setelah sempat merosot tajam pada April.

Namun, pelebaran tersebut diperkirakan hanya bersifat sementara karena dipicu normalisasi aktivitas impor pascalibur lebaran. Secara tren, surplus perdagangan Indonesia masih diperkirakan terus menyempit sepanjang 2026.

Head of Macroeconomics & Market Research PermataBank, Faisal Rachman memproyeksikan surplus neraca dagang Indonesia mencapai US$ 1,13 miliar pada Mei 2026, meningkat dari US$ 89,1 juta pada April 2026.

Baca Juga: Surplus Dagang RI Diprediksi Naik Jadi US$ 1,50 Miliar, Terdongkrak Harga Komoditas

Menurut Faisal, pelebaran surplus pada Mei terutama disebabkan oleh penurunan impor yang cukup dalam secara bulanan (month on month/mom) setelah lonjakan pascalibur Lebaran pada April.

Meski demikian, secara tahunan (year on year/yoy), impor masih diperkirakan tumbuh lebih tinggi dibandingkan ekspor.

Faisal memperkirakan impor pada Mei 2026 turun 9,25% mom, sementara secara tahunan masih tumbuh 12,65% yoy, meski melambat dari pertumbuhan 22,49% yoy pada April.

"Peningkatan surplus ini terutama mencerminkan normalisasi aktivitas impor setelah lonjakan pasca-Lebaran yang terjadi pada April 2026. Meski demikian, tren dalam satu tahun terakhir masih menunjukkan penyempitan surplus perdagangan," ujar Faisal kepada Kontan, Selasa (30/6/2026).

Ia menegaskan, pelebaran surplus pada Mei tidak mengubah tren yang ke depan sepanjang 2026.

Baca Juga: AS Penyumbang Terbesar Surplus Neraca Dagang RI di 2025, Tembus US$ 18,11 Miliar

"Overall secara tren, surplus perdagangan dalam satu tahun terakhir masih menyempit. Surplus pada Mei yang melebar dibanding April hanya karena faktor normalisasi," imbuhnya.

Dari sisi ekspor, Faisal memperkirakan nilai ekspor turun 5,11% secara bulanan akibat pelemahan harga batu bara dan crude palm oil (CPO).

Selain itu, volume ekspor juga diperkirakan melemah setelah data perdagangan terbaru China, mitra dagang terbesar Indonesia, menunjukkan penurunan impor dari Indonesia pada Mei 2026.

Sementara secara tahunan, ekspor diproyeksikan mengalami kontraksi 2,45% yoy, berbalik dari pertumbuhan 21,98% yoy pada April.

Menurut Faisal, perlambatan tajam tersebut sebagian dipengaruhi efek basis (high base effect), mengingat Mei 2025 merupakan periode setelah libur Lebaran ketika aktivitas perdagangan kembali meningkat.

Meski impor diperkirakan turun secara bulanan, Faisal menilai pertumbuhan impor secara tahunan masih lebih tinggi dibandingkan ekspor. Hal tersebut mencerminkan permintaan domestik yang tetap kuat.

Baca Juga: Surplus Neraca Dagang Menyempit Ke US$ 2 Miliar per April 2026, Efek Impor Energi

Ke depan, Faisal memperkirakan surplus perdagangan Indonesia akan terus menyempit sepanjang 2026. Penyebab utamanya adalah pertumbuhan impor yang diproyeksikan tetap melampaui pertumbuhan ekspor.

Menurutnya, kebijakan pemerintah yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi akan menjaga permintaan domestik tetap kuat sehingga mendorong impor.


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×