kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

BI: Waspadai normalisasi kebijakan The Fed


Kamis, 28 Agustus 2014 / 17:01 WIB
Menteri Koordinasi Bidang Maritim dan Investasi, Luhut B. Pandjait (kiri). KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. The Federal Reserve (The Fed) alias Bank Sentral Amerika disinyalir kuat akan menaikkan acuan suku bunganya. Bank Indonesia (BI) menghimbau para debitur dalam negeri untuk mewaspadai hal tersebut.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan pihaknya mengharapkan pengelolaan utang luar negeri (ULN) swasta yang mayoritas dilakukan oleh industri non bank dapat dikelola dengan hati-hati. Pengelolaan utang swasta perlu lebih diwaspadai lagi apabila ada kecenderungan kebijakan normalisasi The Fed.

"Normalisasi The Fed yang nantinya akan bisa membuat kondisi yang harus diantisipsi bagi debitur-debitu dalam negeri apabila lakukan pinjaman luar negeri," ujar Agus di Jakarta, Kamis (28/8).

Dengan naiknya acuan suku bunga The Fed tentu akan memancing swasta untuk melakukan pinjaman luar negeri ke negeri paman sam tersebut. Agus menghimbau agar swasta menghindari adanya risiko karena perubahan nilai tukar serta risiko karena jangka waktu yang berbeda dalam berutang.

Asal tahu saja, posisi utang swasta pada bulan Juni mencapai US$ 153,22 miliar atau naik 0,76% dari posisi bulan sebelumnya US$ 152,07 miliar. Utang pemerintah sendiri pada bulan Juni turun 0,78% menjadi US$ 122,19 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×