kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.073   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.415   27,48   0,51%
  • KOMPAS100 701   4,65   0,67%
  • LQ45 547   2,28   0,42%
  • ISSI 185   1,95   1,06%
  • IDX30 306   1,06   0,35%
  • IDXHIDIV20 402   2,42   0,61%
  • IDX80 81   0,48   0,60%
  • IDXV30 112   1,39   1,26%
  • IDXQ30 102   0,45   0,44%

BI Sudah Borong SBN Rp 327,45 Triliun per 16 Desember 2025


Rabu, 17 Desember 2025 / 15:30 WIB
BI Sudah Borong SBN Rp 327,45 Triliun per 16 Desember 2025
ILUSTRASI. Logo BI. Bank Indonesia (BI) telah membeli Surat Berharga Negara (SBN) dengan total sebesar Rp 327,45 triliun hingga 16 Desember 2025.(KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) telah membeli Surat Berharga Negara (SBN) dengan total sebesar Rp 327,45 triliun hingga 16 Desember 2025.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, pembelian SBN ini sebagai bentuk sinergi erat antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal.

Dari total pembelian SBN tersebut, diantarannya dibeli di pasar sekunder dan program debt switching dengan pemerintah sebesar Rp 241,99 triliun.

“Pembelian SBN di pasar sekunder dilakukan sesuai mekanisme pasar, terukur, transparan, dan konsisten dengan program moneter dalam menjaga stabilitas perekonomian sehingga dapat terus menjaga kredibilitas kebijakan moneter,” tutur Perry dalam konferensi pers, Rabu (17/12/2025).

Baca Juga: BI Tegaskan Rupiah Tetap Terkendali Meski Sempat Melemah

Sebelumnya, Perry menyebut, pembelian SBN di pasar sekunder dilakukan sesuai mekanisme pasar, terukur, transparan, dan konsisten dengan program moneter dalam menjaga stabilitas perekonomian sehingga dapat terus menjaga kredibilitas kebijakan moneter.

Untuk diketahui, untuk pelunasan utang hasil burden sharing yang jatuh tempo pada tahun ini, pemerintah dan BI akhirnya sepakat melakukan skema bilateral debt switching.

Mekanisme debt switching yang dilakukan adalah dengan pertukaran antara SBN yang jatuh tempo dan SBN regular, yang dapat diperdagangkan di pasar (tradeable) dengan menggunakan harga pasar yang berlaku sesuai mekanisme pasar.

Baca Juga: Bank Indonesia Pertahankan BI Rate di Level 4,75%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×