kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.141   54,00   0,30%
  • IDX 5.947   22,48   0,38%
  • KOMPAS100 772   0,90   0,12%
  • LQ45 590   0,28   0,05%
  • ISSI 205   1,54   0,75%
  • IDX30 333   -0,12   -0,04%
  • IDXHIDIV20 413   -0,69   -0,17%
  • IDX80 88   0,16   0,18%
  • IDXV30 112   0,08   0,07%
  • IDXQ30 107   -0,28   -0,26%

Bank Indonesia Pertahankan BI Rate di Level 4,75%


Rabu, 17 Desember 2025 / 14:50 WIB
Bank Indonesia Pertahankan BI Rate di Level 4,75%
ILUSTRASI. Bank Indonesia akhirnya memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan awata BI Rate di level 4,75% di pertemuan Desember 2025


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar pada 16-17 Desember 2025.

Bukan hanya suku bunga acuan atau BI rate, suku bunga deposit facility juga dipertahankan di level 3,75%, dan suku bunga lending facility dipertahankan dilevel 5,50%.

Gubernur BI, Perry Warjiyo mengungkapkan, keputusan ini konsisten dengan upaya menjaga  stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah masih tingginya ketidakpastian global.

“Dengan tetap memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial yang telah ditempuh selama ini, untuk menjaga stabilitas dan mendorong perekonomian nasional,” tutur Perry dalam konferensi pers, Rabu (17/12/2025).

Baca Juga: Bank Dunia Dorong Reformasi Pajak RI Demi Jaga Fiskal 2026–2027

Ke depan, Perry menyebut, BI akan terus mencermati ruang penurunan BI-Rate lebih lanjut, dengan perkiraan inflasi 2026 yang tetap terkendali dalam sasaran 2,5% plus minus 1%, serta perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Adapun ia menambahkan, pelonggaran makroprudensial diperkuat dengan meningkatkan efektivitas implementasi pemberian likuiditas kepada perbankan dalam mempercepat penurunan suku bunga dan kenaikan pertumbuhan kredit ke sektor riil, khususnya sektor prioritas pemerintah.

Kebijakan sistem pembayaran juga diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi, melalui perluasan pembayaran digital, penguatan struktur industri pembayaran, serta peningkatan daya tahunan infrastruktur sistem pembayaran.

“Arah bauran kebijakan moneter, makroprodensial, sistem pembayaran tersebut yang diarahkan untuk menjaga stabilitas dalam rangka memperkuat pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×