kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   0,00   0,00%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

BI: Eksportir mulai mencari rupiah


Jumat, 02 Maret 2018 / 18:04 WIB
ILUSTRASI. Mata Uang Rupiah dan Dollar Amerika


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menilai, nilai tukar rupiah sudah di bawah nilai wajarnya atau undervalue. Pada Jumat (2/3), kurs tengah BI menunjukkan nilai tukar rupiah di Rp 13.746 per dollar AS.

Namun, BI melihat, pelemahan rupiah ini merupakan momentum untuk meningkatkan ekspor. "Kalau kami lihat, eksportir juga sudah mulai masuk untuk melakukan konversi," ujar Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara di Gedung BI, Jakarta, Jumat (2/3).

Dia menjelaskan, meski neraca perdagangan selama Januari 2018 mengalami defisit, hal ini merupakan sinyal positif. Apalagi komoditas impor yang naik adalah bahan material, bahan mentah, barang konsumsi, dan modal.

Oleh karena itu, menurut Mirza, hal itu mencerminkan aktivitas ekonomi yang bergerak.

"Justru itu bagus, dan ekspor kita masih relatif bagus, terutama yang didorong oleh komoditas. Memang dalam jangka panjang perlu lakukan restrukturisasi, structure reform, supaya ekspor non-komoditi, non-CPO, dan non-batubara naik," ujarnya.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×