kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

BI belum dukung Kartin1 untuk semua wajib pajak


Jumat, 31 Maret 2017 / 20:57 WIB


Reporter: Ramadhani Prihatini | Editor: Adi Wikanto

SEMARANG. Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan berencana mengeluarkan Kartu Indonesia Satu (Kartin1) untuk semua wajib pajak. Rencananya, kartu itu bisa untuk BPJS Kesehatan, NPWP, hingga e-money.

Namun, ternyata Bank Indonesia, sebagai pengatur alat pembayaran dengan kartu belum mendukung kebijakan ini. Gubernur Bank Indonesia, Agus D.W Martowardojo pihaknya belum bisa memberikan persetujuan bila Kartini1 diterapkan untuk semua wajib pajak.

Menurut Agus, untuk sementara pilihannya adalah Kartin1 hanya untuk lingkungan pegawai Ditjen Pajak maupun Kementerian Keuangan.  "Kalau saya bilang kartu itu adalah perbankan ingin menawarkan produk uang elektronik kepada Ditjen Pajak, bukan menawarkan pada wajib pajak. Kalau itu hanya untuk lingkungan pegawai Kemenkeu, kita dukung,"jelas Agus pada awak media, Jumat (31/3).

Nah Agus menjelaskan, jika Ditjen Pajak benar-benar ingin menerapkan untuk seluruh wajib pajak, ia bilang tidak bisa terburu-buru. Karena Bank Indonesia butuh mengkaji lebih mendalam bila Kartini1 disebar untuk wajib pajak.

"Butuh proses kajiannya cukup dalam dan melibatkan banyak aspek. Bank Indonesia perlu waktu untuk memberikan respon, setuju atu tidak,"pungkas Agus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×