kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Bawazier: Kinerja Menteri BUMN belum ada prestasi


Senin, 29 Juni 2015 / 10:56 WIB


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Ahli ekonomi, keuangan dan politik Fuad Bawazier menilai kinerja Menteri BUMN Rini Soemarno dalam Kabinet Kerja belum menunjukkan prestasi apapun. "Belum kelihatan, yang menonjol belum ada. Belum ada prestasi," kata Fuad kepada wartawan, Senin (29/6).

Menurutnya, sejauh ini Rini menjadi sorotan publik di kementerian BUMN hanya karena soal pengangkatan komisaris dan direksi yang memiliki latar belakang politisi.

"Yang malah menjadi sorotan publik justru hanya soal pengangkatan komisaris dan direksi, karena ada beberapa orang yang dinilai tidak mumpuni. Cenderung politisasi. Jadi menurut saya belum ada prestasinya," katanya.

Pengamat Ekonomi-Politik AEPI (Asosiasi Ekonomi-Politik Indonesia) Salamudin Daeng menyoroti masalah lain dalam kepemimpinan Rini di Kementerian BUMN. Dia meminta Rini lebih terbuka soal penggunaan anggaran Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 72 triliun pada sejumlah perusahaan plat merah yang menerimanya.

"Bicaralah apa programnya, apa rencananya BUMN setelah mendapat penyertaan modal dari DPR? Uang negara sebesar Rp 72 triliun mau diapakan? Target-target dia apa terhadap BUMN? Jangan diam saja, jangan bergerak seperti tidak kelihatan. Itu kan seperti mafia," katanya.

Menurutnya, kekacauan ekonomi dalam negeri yang terjadi saat ini tidak terlepas dari peranan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang seharusnya mampu menjadi penopang perekonomian. "Kekacauan dalam Pertamina, kekacauan dalam berkaitan pengadaan barang di BUMN setelah mereka mendapatkan restu suntikan dana dari DPR, kan sampai sekarang juga kita belum lihat langkah-langkah, dan programnya apa," tutur dia.

Dia menuding Rini selama tertutup dari sorotan publik. Pergerakan Rini yang serba diam-diam justru menggambarkan seperti pergerakan mafia.

"Programnya aja apa kita engga tau, bu Rini ini rencananya apa? Dia seperti orang yang beroperasi dan memahami dirinya sendiri secara rahasia, kita engga berhak tahu kali yah, pernah dengar ga Rini mau bikin apa? Kita mau tahu Rini Soemarno mau buat apa? Punya rencana apa? Itu yang paling penting, karena selama ini diam saja, bergerak seperti secara rahasia, kan pergerakan itu disebut pergerakan mafia," katanya. (Wahyu Aji)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×