kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.868.000   -20.000   -0,69%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Menteri perlu dramatisir kinerja ke publik


Sabtu, 16 Mei 2015 / 12:53 WIB
ILUSTRASI. Cara Mengaktifkan Verifikasi Dua Langkah pada Gmail Untuk Keamanan Ganda


Sumber: TribunNews.com | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Survei Perhimpunan Publik Indonesia memaparkan publik saat ini melihat kinerja semua menteri yang dipilih Presiden Joko Widodo. Salah satu caranya para Menteri harus menunjukkan kinerja yang dramatisir.

Ketua Survei Perhimpunan Publik Indonesia, Nico Hariyanto mengatakan menteri yang sudah disukai masyarakat karena kinerjanya yang dramatisir adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang membakar kapal asing. "Kaya Bu Susi bakar kapal, perlu ada dramatic show," ujar Nico di Jakarta, Sabtu (16/5/2015).

Nico mengungkapkan jika Menteri Perdagangan Rachmat Gobel ingin terlihat kinerjanya kepada masyarakat, maka ia harus membakar baju bekas. Hal tersebut melanjuti peraturan menteri perdagangan yang melarang penjualan pakaian bekas.

"Bapak Menteri Perdagangan mau mengatur pakaian bekas, kalau perlu bakar pakaian bekas biar publik tahu 'oh gitu kebijakannya'," ungkap Nico.

Menanggapi hal tersebut Rachmat Gobel menilai bahwa selama bekerja jadi menteri, ia bekerja seperti layaknya pengusaha. Bos Panasonic tersebut lebih mementingkan produk yang ia jual daripada pencitraannya.

"Saya lebih suka menjual dagangan saya, daripada tampil di depan umum," kata Rachmat Gobel. (Adiatmaputra Fajar Pratama)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×