kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Banyak hutan rusak karena dieksploitasi


Kamis, 18 Agustus 2011 / 14:56 WIB
Banyak hutan rusak karena dieksploitasi
ILUSTRASI. Kartu Prakerja Gelombang 11 sudah dibuka


Reporter: Irma Yani | Editor: Edy Can

JAKARTA. Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengatakan banyak hutan yang rusak karena dieksploitasi. Kerusakan hutan juga akibat konversi lahan menjadi perkebunan dan area pertambangan.

Salah satunya kerusahan hutan adalah adanya lahan gambut 2 juta hektare. "Maka sekarang dihentikan lahan gambut. Tidak boleh dikonversi berapapun," kata Zulkifli, Kamis (18/8).

Untuk memperbaiki kerusakan hutan ini, Kementerian Kehutanan telah menganggarkan dana sebesar Rp 2,5 triliun hingga Rp 3 triliun. Dana tersebut untuk mereboisasikan hutan.

Kementerian Kehutanan juga akan mengantisipasi kerusakan hutan akibat kebakaran. Dia mengatakan, kawasan hutan yang berpotensi terbakar lebih cepat berada di wilayah lahan gambut.

Zulkifli mengatakan ada 10 provinsi yang memiliki hutan di lahan gambut. Diantaranya Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Sumatera Utara dan lainnya.

Dia mengajak masyarakat mencegah terjadinya kebakaran hutan terutama pada saat musim kemarau tiba. "Kalau bertani atau panen jangan bakar hutan, buang puntung rokok jangan sembarangan apalagi kalau musim kemarau," terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×