kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.738.000   -32.000   -1,16%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

Bank Indonesia diprediksi turunkan suku bunga lagi di bulan Maret ini


Selasa, 17 Maret 2020 / 18:25 WIB
ILUSTRASI. Pejalan kaki melintas di gedung kantor pusat Bank Indonesia (BI) Jakarta, (18/7). 


Reporter: Grace Olivia | Editor: Khomarul Hidayat

Namun di saat yang sama, terjadi perlambatan ekonomi yang signifikan dan kebijakan The Fed yang sangat longgar pula sehingga BI harus mengambil  stance kebijakan moneter yang akomodatif.

“Oleh karena itu saya perkirakan BI akan memotong 25 bps, namun tetap hari-hati untuk ke depannya karena depresiasi rupiah cukup dalam,”  ujarnya.

Baca Juga: Wall Sreet terapkan trading halt, lebih ampuh mana dibanding BEI?

Sementara Piter memandang, saat ini semestinya hampir tidak ada dilema sama sekali bagi BI. Dengan kondisi The Fed telah menurunkan suku bunga sebegitu besar, BI memiliki peluang menurunkan suku bunga tanpa perlu khawatir terjadi perpindahan modal (capital flight).

Kondisi peningkatan inflasi saat ini pun didorong oleh keterbatasan suplai barang dan pelemahan rupiah. Namun, menurut Piter, hal ini tidak dapat terhindarkan. Oleh karena itu, kini dibutuhkan pula kebijakan dari sisi fiskal mampu memastikan daya beli dan tingkat konsumsi masyarakat tetap terjaga.

“Yang harus dilakukan bukan menahan inflasi dengan menaikkan suku bunga, tapi membantu masyarakat dengan, misalnya, memberikan bantuan sosial kepada masyarakat kelompok bawah,” tandas Piter.

Baca Juga: Anjlok dalam, begini skenario terburuk IHSG hingga akhir semester I-2020

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×