kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.125   38,00   0,21%
  • IDX 6.038   113,48   1,92%
  • KOMPAS100 788   17,25   2,24%
  • LQ45 602   13,12   2,23%
  • ISSI 207   3,32   1,63%
  • IDX30 341   7,10   2,13%
  • IDXHIDIV20 423   9,63   2,33%
  • IDX80 90   2,01   2,29%
  • IDXV30 114   2,10   1,87%
  • IDXQ30 109   1,94   1,81%

Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2025 Jadi 4,8%


Selasa, 07 Oktober 2025 / 14:34 WIB
Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2025 Jadi 4,8%
ILUSTRASI. Perlebar Anggaran Insentif-Lanskap ibu kota Jakarta Selasa (16/9/2025). Bank Dunia alias World Bank (WB) merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2025. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/16/09/2025


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Bank Dunia alias World Bank (WB) merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2025.

Dalam laporan terbaru bertajuk "World Bank East Asia and The Pacific Economic Update October 2025," pertumbuhan ekonomi Indonesia direvisi menjadi 4,8% pada tahun 2025. Angka ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan proyeksi pada April 2025 yang hanya 4,7%.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi Tak Capai 5,2% Hanya dengan Andalkan Paket Stimulus

Sementara itu, untuk proksi pada tahun 2026 tidak mengalami perubahan atau tetap berada pada angka 4,8%.

Proyeksi ini dipengaruhi oleh meningkatnya hambatan perdagangan, ketidakpastian kebijakan ekonomi global yang tinggi, pertumbuhan global yang melambat, serta ketidakpastian politik dan kebijakan domestik yang meningkat.

World Bank mengungkapkan, di Indonesia sendiri, masalahnya lebih berkaitan dengan arah pengeluaran pemerintah daripada angka defisit, yang diperkirakan tetap dalam batas aturan fikal.

"Misalnya fokus saat ini adalah pasa subsidi untuk sektor pangan, transportasi, dan energi, serta investasi yang diarahkan oleh negara untuk meningkatkan permintaan agregat," tulis World Bank, Selasa (7/10/2025).

Baca Juga: Bank Dunia Kerek Proyeksi Ekonomi China Menjadi 4,8% di 2025

Di sisi lain, World Bank menilai bahwa BUMN cenderung menunjukkan produktivitas yang lebih rendah dibandingkan perusahaan swasta dalam sektor manufaktur yang sama.

"Selain itu, keberadaan BUMN dikaitkan dengan berkurangnya penciptaan lapangan kerja dan produktivitas perusahaan lain di sektor tersebut," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×