kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.014   51,00   0,28%
  • IDX 5.764   68,86   1,21%
  • KOMPAS100 747   11,89   1,62%
  • LQ45 568   11,29   2,03%
  • ISSI 199   0,82   0,41%
  • IDX30 323   6,94   2,20%
  • IDXHIDIV20 397   8,35   2,15%
  • IDX80 85   1,53   1,83%
  • IDXV30 108   1,46   1,37%
  • IDXQ30 104   1,89   1,85%

Bambang Widjajanto: Pemberantasan korupsi harus fokus pada kepentingan nasional


Kamis, 01 Desember 2011 / 15:39 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo memimpin rapat di Istana Kepresidenan, Jakarta.


Reporter: Eka Saputra | Editor: Edy Can

JAKARTA. Calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto menilai pemberantasan korupsi selama ini belum menyentuh problem kemiskinan. Untuk itu, dia mengusulkan ada fokus kepentingan nasional dalam upaya pemberantasan korupsi ke depan supaya hasilnya paralel dengan upaya peningkatan kesejahteraan.

Bambang menjelaskan, fokus kepentingan nasional itu bukan dirumuskan sendiri oleh KPK melainkan oleh pemerintah dan DPR. Dia sendiri mengusulkan fokus ke sektor pertanian. Alasannya mayoritas penduduk Indonesia tinggal di pedesaan. Menurutnya, sebanyak 70% penduduk di pedesaan tergantung pada pertanian dan 50% petani memiliki lahan yang sempit.

Selain sektor pertanian, Bambang mengusulkan fokus kepentingan nasional pada penerimaan negara seperti pajak, sumber daya alam serta bea cukai. Tanpa adanya fokus kepentingan nasional ini, Bambang memperkirakan, KPK akan kewalahan dalam pemberantasan korupsi.

Bambang merupakan salah seorang dari delapan calon pimpinan KPK yang mengikuti uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR, Kamis (1/12). Nama pengacara ini difavoritkan untuk memimpin lembaga korupsi itu ke depannya. Nantinya, Komisi III DPR akan memilih empat nama pemimpin KPK ke depannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×