kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.012   49,00   0,27%
  • IDX 5.792   97,05   1,70%
  • KOMPAS100 753   17,38   2,36%
  • LQ45 571   13,81   2,48%
  • ISSI 200   1,97   0,99%
  • IDX30 323   7,68   2,43%
  • IDXHIDIV20 397   8,26   2,12%
  • IDX80 85   1,98   2,38%
  • IDXV30 108   1,58   1,49%
  • IDXQ30 104   2,04   2,00%

Prabowo Persilakan Presiden Belarus Menginap di Istana Negara, Jadi yang Pertama


Kamis, 02 Juli 2026 / 11:19 WIB
Prabowo Persilakan Presiden Belarus Menginap di Istana Negara, Jadi yang Pertama
ILUSTRASI. Presiden Belarus Alexander Lukashenko (Andrei Stasevich/BelTA via REUTERS)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan Presiden Belarus Alexander Lukashenko menjadi kepala negara pertama yang menginap di Istana Negara saat melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia.

Menurut Sugiono, keputusan tersebut diambil sebagai bentuk penghormatan kepada Presiden Lukashenko yang tengah melakukan kunjungan balasan atas lawatan Presiden Prabowo Subianto ke Belarus beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Prabowo Terima Presiden Belarus di Istana Negara, Perkuat Kerja Sama Bahan Baku Pupuk

“Beliau kali ini berkehendak untuk bisa di Istana. Tadinya di Wisma Negara, tapi Pak Presiden menilai yang lebih representatif ya di Istana,” ujar Sugiono kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (2/7/2026).

Sugiono menjelaskan, dalam kunjungan kenegaraan sebelumnya, sebagian besar kepala negara memilih menginap di hotel. Namun, Presiden Lukashenko menyampaikan keinginan untuk bermalam di lingkungan Istana Kepresidenan.

Ia mengatakan semula pemerintah menyiapkan Wisma Negara sebagai lokasi menginap. Namun setelah mempertimbangkan aspek representasi, Presiden Prabowo memutuskan agar tamunya menginap di Istana Negara.

“Biasanya juga kalau kunjungan kenegaraan presiden yang lain berkehendak di hotel, tapi beliau kali ini ingin berkehendak untuk bisa di Istana,” kata Sugiono.

Saat dikonfirmasi apakah Lukashenko menjadi kepala negara pertama yang menginap di Istana Negara, Sugiono membenarkan hal tersebut.

Baca Juga: Defisit Neraca Dagang Diproyeksi Berdampak Negatif pada Pertumbuhan Ekonomi

“Presiden yang pertama di Istana Negara,” ujarnya.

Ia menambahkan, tamu negara terakhir yang menginap di kawasan Istana Kepresidenan adalah mantan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen. Namun, saat itu Hun Sen menempati Wisma Negara, bukan Istana Negara.

Kunjungan Presiden Lukashenko merupakan kunjungan kenegaraan balasan setelah Presiden Prabowo Subianto berkunjung ke Belarus pada pertengahan Juli lalu. 

Dalam pertemuan kedua pemimpin negara, Indonesia dan Belarus dijadwalkan memperkuat kerja sama di berbagai sektor, termasuk ketahanan pangan, energi, serta penyusunan roadmap hubungan bilateral.

Baca Juga: Calon Manajer Koperasi Merah Putih Meninggal Akan Diberi Santunan Hingga Rp 168 Juta

Sugiono berharap kunjungan tersebut semakin mempererat hubungan Indonesia dan Belarus sekaligus membuka peluang peningkatan kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi antara kedua negara.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyebut forum bisnis Indonesia-Belarus sebelumnya menghasilkan potensi kerja sama senilai sekitar US$500 juta.

Menurutnya, kedua negara sepakat nilai perdagangan dan investasi bilateral masih memiliki ruang yang besar untuk terus ditingkatkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×