kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Akses pendidikan tidak merata penyebab urbanisasi


Kamis, 31 Oktober 2013 / 11:08 WIB
ILUSTRASI. Pedagang melayani calon pembeli kebutuhan pokok di Pasar kawasan Tanjung Duren, Jakarta, Senin (7/3/2022). KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Pegiat pendidikan Anies Baswedan menyebut keterbatasan akses pendidikan di daerah menjadi pangkal dari derasnya arus urbanisasi.

"Yang menjadi persoalan, di Jabodetabek jumlahnya sudah proporsional, tapi jangan kita mengatakan hanya bicara urban. Justru diluar urban itu kita punya masalah dan itu yang menyebabkan migrasi ke Jakarta," ujar Anies di Kampus UI Depok, Rabu (30/10/2013).

Ia mengatakan masyarakat memang didorong untuk melakukan urbanisasi, karena keterbatasan fasilitas di daerah. Itulah sebabnya warga desa berbondong-bondong datang ke Jakarta sehingga menjadi begitu padat.

"Di kampung tak ada pekerjaan. Sudah lengkap tuh membuat Jakarta lebih macet. Calon bupati, calon gubernur banyak berjanji pendidikan, bagus itu, harus terus didorong, kalo pernah janji, youtubekan dan direkam nanti tagih," tukasnya.

Ia menilai akses pendidikan harus dibuka seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat. Hal ini tentu harus disokong dengan penyediaan fasilitas yang mendukung program tersebut. "Kalau sekolah hanya di ibukota kecamatan, maka yang jauh kan jadi nggak bisa sekolah," tandasnya. (Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×