kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.916.000   -1.000   -0,03%
  • USD/IDR 16.820   31,00   0,18%
  • IDX 8.918   -57,74   -0,64%
  • KOMPAS100 1.233   -11,32   -0,91%
  • LQ45 874   -8,21   -0,93%
  • ISSI 327   -2,72   -0,82%
  • IDX30 446   -4,72   -1,05%
  • IDXHIDIV20 525   -8,16   -1,53%
  • IDX80 137   -1,20   -0,87%
  • IDXV30 146   -1,64   -1,11%
  • IDXQ30 143   -2,02   -1,39%

Wabah Nipah India: Kemenkes RI Ungkap Gejala, Cara Penularan, & Pencegahan Wajib!


Selasa, 27 Januari 2026 / 04:17 WIB
Wabah Nipah India: Kemenkes RI Ungkap Gejala, Cara Penularan, & Pencegahan Wajib!
ILUSTRASI. Lima kasus Nipah terkonfirmasi di India, Kemenkes RI soroti gejala penting. Ketahui cara penularan dan pencegahan agar tak terinfeksi! (dok./immuno wars)


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Tiga kasus baru virus Nipah terkonfirmasi terjadi di India pada awal pekan ini. Kasus tersebut menambah dua kasus pasien positif sebelumnya yang melibatkan perawat, seorang laki-laki dan perempuan. 

Mereka bekerja di sebuah rumah sakit swasta di Barasat dekat ibu kota negara bagian Kolkata. Sementara tiga pasien baru terkonfirmasi positif virus Nipah juga masih berasal dari dunia Kesehatan. 

Pasien berprofesi sebagai seorang dokter, perawat, dan staf kesehatan, dikutip dari kantor berita Press Trust of India. Dengan begitu, total 5 warga di India terkonfirmasi virus Nipah. Catatan kasus ini membuat Pemerintah India bergegas untuk menahan lonjakan wabah.

Setidaknya hamper 100 warga India kini dikarantina di rumah mereka untuk mencegah penularan virus Nipah. Sementara pasien yang terinfeksi baru-baru ini dirawat di rumah sakit penyakit menular di Beleghata, Kolkata bagian timur.

Gejala virus Nipah Virus Nipah bukan hal baru virologi. Virus yang ditemukan pada spesies kelelawar ini kali pertama diidentifikasi pada 1998 selama wabah penyakit di kalangan peternak babi i Malaysia dan Singapura. 

Pada 2018, virus Nipah menyebabkan kematian puluhan orang di Kerala, negara bagian di pesisir barat daya India. Hingga saat ini, para ahli di negara tersebut setiap tahunnya berjuang melawan penularan virus Nipah. 

Baca Juga: Kapolri Ungkap Biang Kerok Judol, FOMO & Pengangguran Pemicu Utama

Di Indonesia sendiri, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan imbauan terkait mewabahnya virus Nipah pada 2023. 

Dikutip dari laman resmi Kemenkes, virus Nipah memiliki masa inkubasi 4-14 hari sebelum gejalanya muncul. 

Setelah sekitar dua pekan, pasien akan mengalami gejala ringan hingga berat, bahkan mengancam jiwa. 

Berikut adalah gejala virus Nipah yang harus diwaspadai: 

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri otot
  • Sesak napas
  • Muntah
  • Kesulitan menelan
  • Peradangan otak (ensefalitis). 

Kondisi ensefalitis karena virus Nipah juga bisa mengakibatkan gejala berikut ini:

  • Kantuk berlebihan
  • Sulit berkonsentrasi
  • Disorientasi
  • Perubahan mood yang signifikan.

Baca Juga: Blokir 2 Juta Konten Judi Online pada 2025, Apa Rencana Kemenkomdigi Selanjutnya?  

Pada kasus yang parah, infeksi virus Nipah dapat menyebabkan kematian. 

Jika mengalami gejala yang mengarah pada inveksi virus Nipah, warga dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

Cara penularan virus Nipah

Menurut World Health Organization (WHO), virus Nipah berasal dari kelelawar buah yang awalnya menularkannya ke babi. Kelelawar merupakan reservoir alami virus Nipah sehingga virus tersebut tidak menyebabkan penyakit pada kelelawar.

Namun, virus Nipah bisa menyebar dari kelelawar ke hewan lainnya. Penularan dari hewan ke hewan disebabkan lantaran penebangan hutan yang membuat kelelawar kehilangan habitat mereka. Sehingga, mamalia bersayap itu pindah ke permukiman manusia dan peternakan.

Dari hewan ke hewan, virus Nipah bisa menyebar ke manusia melalui kontak langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi, seperti reservoir alami virus Nipah.

Selain itu, sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa seseorang bisa terinfeksi virus Nipah melalui konsumsi daging hewan yang terinfeksi, terutama jika daging tersebut tidak diolah dengan matang.

Selain penularan dari hewan ke manusia, virus Nipah juga bisa menular dari manusia ke manusia. Kondisi ini terjadi melalui kontak langsung dengan pasien yang terinfeksi, terutama ketika pasien berada dalam kondisi yang menghasilkan banyak sekali cairan tubuh, seperti air liur.

WHO mengklasifikasikan virus Nipah sebagai patogen yang berpotensi memicu pandemi. Apalagi, hingga saat ini, belum ada vaksin yang dapat mencegah infeksi tersebut.

Tonton: Tiba di Indonesia dari 3 Negara, Prabowo Bawa Oleh-oleh Investasi Rp 90 Triliun

Seberapa mematikan virus Nipah?

Dikutip dari The Independent, virus Nipah dikaitkan dengan tingkat kematian yang tinggi, yaitu mencapai 40-75 persen, tergantung pada wabah dan jenis virus yang terlibat.

Menurut Badan Keamanan Kesehatan Inggris, pasien mungkin akan mengalami efek neurologis jangka panjang, seperti kejang yang terus-menerus atau perubahan kepribadian setelah terinfeksi virus ini.

Namun, dalam kasus yang jarang terjadi, ensefalitis dilaporkan dapat kambuh berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun setelah infeksi awal, baik karena kekambuhan atau reaktivasi virus. Dengan tingkat kematian yang tinggi, potensi wabah yang terjadi, dan belum adanya vaksin, virus Nipah dapat memicu terjadinya pandemi yang bisa menyebabkan krisis global.

Cara mencegah penularan virus Nipah

Untuk mencegah penularan virus Nipah yang mewabah, berikut ini beberapa Langkah yang bisa dilakukan:

  • Hindari kontak langsung dengan hewan yang berisiko, termasuk pada kelelawar dan hewan ternak
  • Pastikan mencuci sayur dan buah sebelum dikonsumsi
  • Ketika membersihkan kotoran atau urine hewan yang berisiko tertular, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan, sepatu boots, dan pelindung wajah
  • Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih sebelum dan sesudah berinteraksi dengan hewan atau orang yang sakit, terutama yang memiliki gejala infeksi Nipah
  • Pastikan daging hewan dimasak dengan baik dan hindari makan daging yang masih mentah.

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com berjudul "Virus Nipah Mewabah di India, Kemenkes RI Jelaskan Gejala dan Cara Penularannya"

Selanjutnya: Asuransi Jiwa Putar Otak Perkuat Kanal Bancassurance

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×