kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.917.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.789   -61,00   -0,36%
  • IDX 8.975   24,32   0,27%
  • KOMPAS100 1.244   9,59   0,78%
  • LQ45 882   8,84   1,01%
  • ISSI 330   0,91   0,28%
  • IDX30 451   1,60   0,36%
  • IDXHIDIV20 533   1,62   0,31%
  • IDX80 138   1,09   0,79%
  • IDXV30 147   -0,35   -0,24%
  • IDXQ30 145   0,87   0,61%

Wabah Nipah India: Kemenkes RI Ungkap Gejala, Cara Penularan, & Pencegahan Wajib!


Selasa, 27 Januari 2026 / 04:17 WIB
Wabah Nipah India: Kemenkes RI Ungkap Gejala, Cara Penularan, & Pencegahan Wajib!
ILUSTRASI. Lima kasus Nipah terkonfirmasi di India, Kemenkes RI soroti gejala penting. Ketahui cara penularan dan pencegahan agar tak terinfeksi! (dok./immuno wars)


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Menurut World Health Organization (WHO), virus Nipah berasal dari kelelawar buah yang awalnya menularkannya ke babi. Kelelawar merupakan reservoir alami virus Nipah sehingga virus tersebut tidak menyebabkan penyakit pada kelelawar.

Namun, virus Nipah bisa menyebar dari kelelawar ke hewan lainnya. Penularan dari hewan ke hewan disebabkan lantaran penebangan hutan yang membuat kelelawar kehilangan habitat mereka. Sehingga, mamalia bersayap itu pindah ke permukiman manusia dan peternakan.

Dari hewan ke hewan, virus Nipah bisa menyebar ke manusia melalui kontak langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi, seperti reservoir alami virus Nipah.

Selain itu, sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa seseorang bisa terinfeksi virus Nipah melalui konsumsi daging hewan yang terinfeksi, terutama jika daging tersebut tidak diolah dengan matang.

Selain penularan dari hewan ke manusia, virus Nipah juga bisa menular dari manusia ke manusia. Kondisi ini terjadi melalui kontak langsung dengan pasien yang terinfeksi, terutama ketika pasien berada dalam kondisi yang menghasilkan banyak sekali cairan tubuh, seperti air liur.

WHO mengklasifikasikan virus Nipah sebagai patogen yang berpotensi memicu pandemi. Apalagi, hingga saat ini, belum ada vaksin yang dapat mencegah infeksi tersebut.

Tonton: Tiba di Indonesia dari 3 Negara, Prabowo Bawa Oleh-oleh Investasi Rp 90 Triliun

Seberapa mematikan virus Nipah?

Dikutip dari The Independent, virus Nipah dikaitkan dengan tingkat kematian yang tinggi, yaitu mencapai 40-75 persen, tergantung pada wabah dan jenis virus yang terlibat.

Menurut Badan Keamanan Kesehatan Inggris, pasien mungkin akan mengalami efek neurologis jangka panjang, seperti kejang yang terus-menerus atau perubahan kepribadian setelah terinfeksi virus ini.

Namun, dalam kasus yang jarang terjadi, ensefalitis dilaporkan dapat kambuh berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun setelah infeksi awal, baik karena kekambuhan atau reaktivasi virus. Dengan tingkat kematian yang tinggi, potensi wabah yang terjadi, dan belum adanya vaksin, virus Nipah dapat memicu terjadinya pandemi yang bisa menyebabkan krisis global.

Cara mencegah penularan virus Nipah

Untuk mencegah penularan virus Nipah yang mewabah, berikut ini beberapa Langkah yang bisa dilakukan:

  • Hindari kontak langsung dengan hewan yang berisiko, termasuk pada kelelawar dan hewan ternak
  • Pastikan mencuci sayur dan buah sebelum dikonsumsi
  • Ketika membersihkan kotoran atau urine hewan yang berisiko tertular, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan, sepatu boots, dan pelindung wajah
  • Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih sebelum dan sesudah berinteraksi dengan hewan atau orang yang sakit, terutama yang memiliki gejala infeksi Nipah
  • Pastikan daging hewan dimasak dengan baik dan hindari makan daging yang masih mentah.

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com berjudul "Virus Nipah Mewabah di India, Kemenkes RI Jelaskan Gejala dan Cara Penularannya"

Selanjutnya: Asuransi Jiwa Putar Otak Perkuat Kanal Bancassurance

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×