Reporter: Tim KONTAN | Editor: Ridwal Prima Gozal
KONTAN.CO.ID - JAKARTA, Para pemimpin lintas sektor dan komunitas sumber daya manusia (SDM) mulai mematangkan persiapan Indonesia Human Capital Summit (IHCBS) 2026. Forum ini dinilai krusial di tengah tantangan produktivitas nasional yang masih rendah serta dominasi sektor informal di pasar tenaga kerja.
Berdasarkan diskusi pra-acara, IHCBS 2026 akan digelar pada 15–16 September 2026 di NICE, PIK 2, Jakarta. Ajang ini mengusung tema Harnessing Human-Centric AI and Digitalization to Unlock Next Level Productivity dan ditargetkan menjadi barometer komitmen pengembangan kualitas manusia menuju 2030.
Soroti kesenjangan ekosistem HR
Dalam diskusi tersebut, panelis menyoroti kesenjangan skala ekosistem human resources (HR) Indonesia dibandingkan negara maju. Sebagai gambaran, konferensi sejenis di Amerika Serikat mampu menarik hingga 27.000 praktisi, sementara di Indonesia rata-rata sekitar 2.000 peserta.
Kesenjangan ini juga tercermin dari pendapatan per kapita Amerika Serikat yang sekitar 17 kali lebih tinggi dibanding Indonesia. Hal ini dinilai berkorelasi dengan kualitas manajemen SDM.
“IHCBS bertujuan menghasilkan cetak biru berisi rencana aksi nyata, bukan sekadar forum wacana,” ujar salah satu narasumber dalam pertemuan tersebut.
Fokus pada employability dan kewirausahaan
IHCBS 2026 akan bertumpu pada dua pilar utama untuk memperkuat daya saing tenaga kerja nasional.
Pertama, pilar employability yang menitikberatkan pada kesiapan lulusan perguruan tinggi, politeknik, dan SMK memasuki dunia kerja. Program ini diperkuat melalui inisiatif magang nasional yang menargetkan 100.000 peserta pada tahun ini, dengan penekanan pada penguatan soft skills dan integritas.
Kedua, pilar entrepreneurial capability yang mendorong generasi muda memanfaatkan peluang kerja baru di era digital. Dalam kerangka ini, kecerdasan buatan (AI) diposisikan sebagai alat akselerasi individu, bukan pengganti peran manusia.
Chairman IHCBS, Yunus Triyonggo, menyampaikan efisiensi nasional akan didorong melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan industri, akademisi, pemerintah, media, dan komunitas. Salah satu program prioritas adalah pendampingan terhadap 1.000 perusahaan menengah sebagai proyek percontohan peningkatan produktivitas melalui pendekatan Product, Process, People, dan Policy.
AI sebagai enabler
Country Manager HR IBM Indonesia, Husein Samy, memaparkan implementasi AI untuk mendukung budaya kerja berbasis data dan pengambilan keputusan prediktif.
“AI berfungsi sebagai augmentation untuk meningkatkan kapasitas manusia dan mempermudah dukungan operasional bagi karyawan,” ujarnya.
Meski demikian, tantangan di lapangan masih besar. Sektor ritel, misalnya, mencatat penurunan kemampuan dasar dan resiliensi pada lulusan baru. Kondisi ini mendorong IHCBS 2026 menghadirkan solusi konkret, termasuk pelatihan AI gratis bagi anak muda serta penguatan ketahanan mental pekerja.
Dengan target partisipasi mencapai 6.000 peserta, IHCBS 2026 diharapkan mampu mempercepat transformasi human capital nasional sekaligus meningkatkan produktivitas ekonomi Indonesia.
Selanjutnya: SMI Kucurkan Pembiayaan Rp 765 Miliar ke Pemkab Gianyar untuk Bangun Infrastruktur
Menarik Dibaca: 724.965 Tiket Kereta Api Telah Terjual untuk Periode Libur Panjang Imlek
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)