kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 18.202   17,00   0,09%
  • IDX 5.282   16,18   0,31%
  • KOMPAS100 686   3,41   0,50%
  • LQ45 539   6,45   1,21%
  • ISSI 177   -2,03   -1,14%
  • IDX30 303   3,34   1,12%
  • IDXHIDIV20 406   6,22   1,56%
  • IDX80 79   0,40   0,52%
  • IDXV30 112   0,64   0,58%
  • IDXQ30 102   1,33   1,33%

Tren pasien Covid-19 melonjak, tingkatkan literasi kesehatan!


Selasa, 25 Mei 2021 / 13:42 WIB
ILUSTRASI. Saat ini, mulai ada tren kenaikan jumlah pasien di RSDC Wisma Atlet Kemmayoran, Jakarta Pusat. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie, Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saat ini, mulai ada tren kenaikan jumlah pasien di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat. 

Data yang dihimpun dari Kompas.com menunjukkan, pada 18 Mei lalu, hanya ada 900 pasien yang dirawat di RS Wisma Atlet. Adapun tingkat keterisian RS Wisma Atlet saat itu hanya 15,02%. 

Akan tetapi, angka tersebut terus melonjak setiap harinya. Pada Senin (24/5/2021), jumlah pasien yang dirawat mencapai 1.3.05 pasien. Hal itu juga mendongkrak tingkat keterisian RS Wisma Atlet menjadi 21,77%. 

Terkait hal tersebut, Koordinator Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Mayor Jenderal dr Tugas Ratmono mengingatkan masyarakat Jakarta untuk tidak lengah dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Ada peningkatan 6% lebih dalam waktu kurang dari sepekan," kata Tugas kepada Kompas.com. 

Baca Juga: Hari ini, pemerintah kedatangan vaksin 8 juta dosis bulk

Ia menyebut, peningkatan ini disumbang oleh klaster pemudik yang baru kembali ke Jakarta. Selain itu, ada juga peningkatan dari klaster keluarga.

Tingkatkan literasi kesehatan

Sementara itu, Satgas Penanganan COVID-19 mengajak masyarakat dan otoritas  pemerintah di daerah untuk meningkatkan literasi kesehatan. Tujuannya agar masyarakat memahami upaya yang dilakukan dalam mengambil kebijakan akan tepat sasaran. Hal ini penting demi mencegah penularan seperti yang diakibatkan mobilitas arus balik paska mudik lebaran Idul Fitri. 

"Apapun kebijakan yang dirancang, jika tidak diterapkan dengan baik di lapangan, tentunya tidak akan menghasilkan sesuatu yang diharapkan," jelas Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito memberi keterangan pers Perkembangan Penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Kamis (20/5/2021) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden. 

Baca Juga: Data Corona Indonesia, Senin (24/5): Tambah 5.907 kasus, total ada 1.781.127 kasus




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×