kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 18.192   7,00   0,04%
  • IDX 5.208   -58,10   -1,10%
  • KOMPAS100 674   -8,01   -1,17%
  • LQ45 529   -3,95   -0,74%
  • ISSI 176   -3,25   -1,82%
  • IDX30 297   -2,65   -0,88%
  • IDXHIDIV20 397   -2,94   -0,74%
  • IDX80 78   -0,93   -1,19%
  • IDXV30 110   -1,34   -1,20%
  • IDXQ30 100   -0,70   -0,69%

Pengangguran Turun ke 4,65%, Tantangan Berikutnya Kualitas Lapangan Kerja


Rabu, 28 Oktober 2026 / 09:27 WIB
Pengangguran Turun ke 4,65%, Tantangan Berikutnya Kualitas Lapangan Kerja
Pekerja melintas di trotoar kawasan perkantoran Sudirman (KONTAN/Fransiskus Simbolon)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) nasional turun menjadi 4,65% pada 2026.

Pemerintah menilai capaian ini sejalan dengan penguatan ekonomi dan upaya mendorong investasi serta penyerapan tenaga kerja di sektor riil.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan, penurunan TPT mencerminkan kontribusi berbagai program pemerintah dalam mendorong penyerapan tenaga kerja.

Baca Juga: Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kualitas Lapangan Kerja Masih Jadi Tantangan

“Capaian TPT 4,65% ini mencerminkan keberhasilan berbagai program dorongan sektor riil dan investasi dalam memfasilitasi kebutuhan pasar kerja,” kata Haryo dalam keterangan resmi, Senin (27/10/2026).

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), TPT sebesar 4,65% tersebut disebut sebagai level terendah dan mendekati tingkat stabilitas ketenagakerjaan sejak 1994.

Sebagai perbandingan, TPT nasional sempat mencapai 11,24% pada 2005. Angka pengangguran juga meningkat menjadi 7,07% pada 2020, saat pandemi Covid-19 menekan aktivitas ekonomi dan dunia usaha.

Meski tingkat pengangguran terus menurun, pemerintah menyatakan akan melanjutkan upaya peningkatan kualitas tenaga kerja.

Baca Juga: Pertahankan Sertifikasi Tempat Kerja, Lingkungan Kerja Jadi Perhatian RSM Indonesia

Langkah yang disiapkan mencakup pelatihan vokasi, peningkatan keterampilan (upskilling), serta optimalisasi pemanfaatan kapasitas industri.

Haryo menegaskan, sasaran kebijakan ketenagakerjaan tidak hanya menjaga tingkat pengangguran tetap rendah, tetapi juga memastikan lapangan kerja yang tercipta berkualitas dan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×