kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Tok! DPR setujui PMN BPJS Kesehatan Rp 6,8 T


Rabu, 12 Oktober 2016 / 22:44 WIB


Sumber: Antara | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Komisi XI DPR RI dalam rapat kerja dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (12/10) malam, menyetujui pemberian penyertaan modal negara (PMN) untuk BPJS Kesehatan sebesar Rp6,8 triliun.

"Komisi XI DPR RI menyetujui pencairan PMN terhadap penyelenggara jaminan sosial BPJS Kesehatan sebesar Rp6.827.900.000.000," ujar Ketua Komisi XI DPR RI Melchias Mercus Mekeng.

PMN yang diberikan kepada BPJS Kesehatan digunakan untuk menambah aset bersih guna membiayai kesinambungan program jaminan sosial kesehatan nasional serta menutup selisih antara penerimaan dari iuran dan pengeluaran tarif layanan kesehatan.

Manfaat dari pemberian PMN ini yakni menjamin akses kesehatan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, menjaga pertumbuhan produktivitas melalui peningkatan derajat kesehatan, serta mengatasi permasalahan negatif aset bersih jaminan sosial.

"Bagi BPJS, (PMN) ini menjamin ketersediaan dana likuid untuk membayar klaim dan menjaga tingkat kesehatan masyarakat. Risikonya kalau (PMN) tidak dicairkan akan ada beberapa rumah sakit yang tidak bisa dibayar tagihannya," ujar Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Sony Loho.

Menurut dia, kondisi keuangan BPJS Kesehatan kurang baik sehingga perlu suntikan modal dari negara. Dari pendapatan BPJS Kesehatan sebelum PMN yang tercatat Rp71,3 triliun dan sesudah PMN Rp78,2 triliun, ditemukan selisih sebesar Rp6,8 triliun.

"Kalau dilihat bebannya, sebelum dan setelah PMN sama yakni Rp 81 triliun. Jadi ada penurunan aset netto. Tanpa PMN Rp9,79 triliun sedangkan dengan PMN menjadi Rp2,9 triliun. Ini yang diharapkan dapat dicairkan yang Rp 6,8 triliun," kata Sony.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×