Penulis: Bimo Adi Kresnomurti | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Bahlil Lahadalia kembali mendapat penugasan baru dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pada Kamis, 1 Oktober 2026, Bahlil dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Dalam posisi tersebut, Bahlil juga merangkap sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Sebelum mendapatkan jabatan sebagai menteri koordinator, Bahlil telah lebih dahulu menjadi Menteri ESDM sejak Agustus 2024.
Ia sebelumnya juga memiliki pengalaman sebagai Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Penugasan baru tersebut membuat Bahlil tetap menangani sektor energi sekaligus mendapatkan tugas koordinasi yang berkaitan dengan hilirisasi dan transisi energi. Sebelumnya, pemerintah juga menempatkan percepatan hilirisasi sebagai salah satu agenda strategis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.
Baca Juga: Menteri ESDM Bahlil Sebut Indonesia Bakal Dapat Pasokan LPG dan Minyak dari Rusia
Profil Bahlil Lahadalia
Melansir laman Kementerian ESDM, Bahlil Lahadalia lahir di Kepulauan Banda, Maluku, pada 7 Agustus 1976. Sebelum masuk pemerintahan, ia dikenal sebagai pengusaha dan pernah aktif dalam organisasi pengusaha muda.
Kariernya di dunia usaha kemudian membawanya ke organisasi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Bahlil pernah menjabat sebagai Ketua Umum BPP HIPMI sebelum masuk ke pemerintahan.
| Profil | Keterangan |
|---|---|
| Nama | Bahlil Lahadalia |
| Tempat lahir | Kepulauan Banda, Maluku |
| Tanggal lahir | 7 Agustus 1976 |
| Latar belakang | Pengusaha |
| Organisasi | HIPMI |
| Jabatan saat ini | Menko Hilirisasi dan Transisi Energi |
| Jabatan rangkap | Menteri ESDM |
| Pemerintahan | Presiden Prabowo Subianto |
Bahlil juga menempuh pendidikan doktoral di Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia. Pada 2024, ia menjalani sidang terbuka promosi doktor dengan disertasi mengenai kebijakan, kelembagaan, dan tata kelola hilirisasi nikel yang berkeadilan dan berkelanjutan di Indonesia.
Baca Juga: Menteri ESDM Bahlil Sebut Rusia Mau Bangun Kilang dan Storage di Indonesia
Jejak Karier Bahlil Sebelum Masuk Pemerintahan
Sebelum menjadi pejabat negara, Bahlil membangun karier dari sektor usaha. Ia kemudian aktif di HIPMI dan dipercaya menjadi Ketua Umum BPP HIPMI.
Pengalaman di dunia usaha dan organisasi pengusaha menjadi bagian dari latar belakangnya ketika kemudian masuk ke pemerintahan pada era Presiden Joko Widodo.
Karier pemerintahan Bahlil dimulai pada posisi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada Oktober 2019. Ia dilantik untuk posisi tersebut pada 23 Oktober 2019.
1. Menjadi Kepala BKPM
Bahlil dilantik sebagai Kepala BKPM pada 23 Oktober 2019. Posisi tersebut menjadi pintu masuknya ke pemerintahan dan menempatkannya pada sektor yang berkaitan dengan investasi.
Sebagai Kepala BKPM, salah satu fokus tugasnya adalah mendorong masuknya investasi dan memperbaiki pelayanan perizinan investasi.
Jabatan tersebut kemudian berkembang ketika pemerintah melakukan perubahan kelembagaan dan membentuk Kementerian Investasi.
2. Menteri Investasi/Kepala BKPM
Pada 28 April 2021, Presiden Joko Widodo melantik Bahlil sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM. Pengangkatan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 72/P Tahun 2021.
Dengan jabatan tersebut, Bahlil memimpin kementerian yang menangani urusan investasi sekaligus tetap menjalankan fungsi Kepala BKPM.
Bahlil berada di posisi tersebut hingga Agustus 2024. Dalam periode itu, isu investasi, hilirisasi, dan peningkatan nilai tambah sumber daya alam menjadi bagian dari agenda ekonomi pemerintah.
Baca Juga: Komisi XII DPR Wanti-Wanti ke Menteri Bahlil: Hati-Hati Mengenai RKAB Batubara
3. Beralih Menjadi Menteri ESDM
Perubahan besar dalam karier pemerintahan Bahlil terjadi pada Agustus 2024. Presiden Joko Widodo melantiknya sebagai Menteri ESDM pada 19 Agustus 2024 untuk menggantikan Arifin Tasrif.
Dengan demikian, Bahlil berpindah dari sektor investasi ke sektor energi dan sumber daya mineral.
Saat pertama menjabat Menteri ESDM, Bahlil menyampaikan akan meneruskan sejumlah kebijakan yang telah berjalan, termasuk upaya meningkatkan lifting minyak dan gas bumi.
4. Tetap Menjadi Menteri ESDM di Era Prabowo
Setelah Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dilantik pada Oktober 2024, Bahlil tetap dipercaya sebagai Menteri ESDM dalam Kabinet Merah Putih.
Presiden Prabowo melantik Bahlil sebagai Menteri ESDM bersama jajaran menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih pada 21 Oktober 2024.
Dengan demikian, Bahlil menjadi salah satu pejabat yang melanjutkan tugas dari pemerintahan sebelumnya ke pemerintahan Prabowo.
Baca Juga: Menteri ESDM Siapkan CNG Jadi Alternatif LPG, Harga Lebih Murah Sampai 30%
5. Kiprah Bahlil di Kementerian ESDM
Selama menjadi Menteri ESDM, Bahlil menangani sejumlah agenda sektor energi dan sumber daya mineral, termasuk peningkatan produksi migas, ketahanan energi, transisi energi, serta hilirisasi.
Pada 2026, pemerintah juga menempatkan Bahlil sebagai Ketua Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional. Satgas tersebut melakukan kajian dan penyusunan feasibility study untuk proyek-proyek strategis hilirisasi sebelum tahap implementasi.
Salah satu proyek yang didorong adalah pengembangan proyek Abadi Masela. Pada Maret 2026, Bahlil bertemu dengan jajaran INPEX di Tokyo untuk mendorong percepatan proyek tersebut. Nilai investasi proyek disebut mencapai sekitar US$20 miliar.
Di sektor energi, Bahlil juga membawa agenda swasembada energi sebagai salah satu fokus pemerintah. Dalam berbagai kesempatan, ia menyampaikan pentingnya mengurangi ketergantungan terhadap impor energi dan mendorong pengembangan sumber energi domestik.
Baca Juga: Menteri ESDM Bahlil Ajak Kampus Garap Bioetanol E20, Negara Siap Serap 4 Juta KL
Dilantik Jadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi
Pada 1 Oktober 2026, Bahlil mendapatkan penugasan baru sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.
Dalam jabatan tersebut, Bahlil tetap merangkap sebagai Menteri ESDM. Laporan mengenai pelantikan tersebut menyebut Bahlil resmi dilantik Presiden Prabowo pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Penempatan Bahlil di posisi tersebut membuat urusan hilirisasi dan transisi energi berada dalam satu lingkup koordinasi dengan sektor energi yang selama ini menjadi tanggung jawabnya sebagai Menteri ESDM.
Sebelumnya, Presiden Prabowo juga telah menekankan percepatan hilirisasi sebagai agenda strategis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, memperkuat investasi, serta memberikan manfaat ekonomi lebih besar di dalam negeri.
Baca Juga: Bahlil Ungkap Impor Minyak dari Rusia Tahap Pertama Telah Dilakukan Melalui Lemigas
Perjalanan Karier Bahlil di Pemerintahan
Berikut rangkaian jabatan Bahlil di pemerintahan:
| Periode | Jabatan |
|---|---|
| 23 Oktober 2019 | Kepala BKPM |
| 28 April 2021 | Menteri Investasi/Kepala BKPM |
| 19 Agustus 2024 | Menteri ESDM pada akhir pemerintahan Jokowi |
| 21 Oktober 2024 | Menteri ESDM Kabinet Merah Putih |
| 2026 | Ketua Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional |
| 1 Oktober 2026 | Menko Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri ESDM |
Waktu pengangkatan Kepala BKPM dan Menteri Investasi/Kepala BKPM tercatat dalam data Sekretariat Kabinet, sedangkan periode sebagai Menteri ESDM tercatat dalam arsip resmi Kementerian ESDM.
Tonton: Prabowo Usulkan Komjen Suyudi Ario Seto Jadi Calon Kapolri, Gantikan Listyo Sigit
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














