Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto memberikan tugas tambahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk memimpin Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.
Bahlil menyebut penugasan tersebut berkaitan dengan kebutuhan pemerintah menghadapi dinamika geopolitik dan ekonomi global.
Bahlil yang kini menjabat Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM mengatakan, pembentukan kementerian koordinator baru tersebut merupakan langkah strategis pemerintah untuk mengintegrasikan kebijakan hilirisasi dan transisi energi.
"Kami ditugaskan oleh Bapak Presiden untuk mendapat tugas amanah baru selain menjadi Menteri ESDM, saya juga merangkap menjadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi," ujarnya saat konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Baca Juga: Komposisi Penerbitan SBN 2027 Meningkat, Pemerintah Disebut Perlu Waspadai Risikonya
Menurut Bahlil, pemerintah membutuhkan langkah yang terintegrasi untuk mempercepat program prioritas hilirisasi industri sekaligus menjalankan komitmen transisi menuju energi bersih di Indonesia.
Ia menilai perkembangan perekonomian global yang dinamis membuat Indonesia perlu mengambil langkah percepatan secara terukur dan komprehensif. Upaya tersebut dinilai penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah perubahan kondisi global.
"Maka ini tidak bisa dilakukan dengan cara parsial tapi harus dilakukan dengan komprehensif, terukur, dan betul-betul dapat diujukan dengan target apa yang diperintahkan oleh Bapak Presiden, demikian," terangnya.
Struktur Kementerian Koordinator
Mengenai struktur kelembagaan kementerian yang berada di bawah koordinasinya, Bahlil mengatakan penataannya akan mengikuti ketentuan yang berlaku. Ia menyebut akan terlebih dahulu memeriksa rincian Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur tata kerja kementerian koordinator tersebut.
Baca Juga: Reshuffle Kabinet Lagi, Kadin: Dunia Usaha Minta Kebijakan Tak Berubah Mendadak
Bahlil juga menegaskan komitmennya untuk menjalankan tugas yang diberikan Presiden Prabowo, baik sebagai Menteri ESDM maupun sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.
"Insya Allah sebagai Pembantu Presiden akan berusaha sekuat tenaga dengan totalitas untuk menjalankan tugas ini dengan baik, baik sebagai Menko maupun sebagai Menteri ESDM," tuturnya.
Sementara itu, terkait proyek strategis yang akan dipercepat dalam waktu dekat, Bahlil mengatakan dirinya akan berkoordinasi lebih dahulu dengan Istana.
Ia menyatakan akan segera menghadap Presiden Prabowo untuk menyampaikan laporan sekaligus mendapatkan arahan lebih lanjut setelah resmi menjalankan tugas barunya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














