kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.070   10,00   0,06%
  • IDX 5.287   -41,00   -0,77%
  • KOMPAS100 680   -6,15   -0,90%
  • LQ45 532   -4,11   -0,77%
  • ISSI 180   -0,99   -0,55%
  • IDX30 299   -2,11   -0,70%
  • IDXHIDIV20 391   -2,19   -0,56%
  • IDX80 78   -0,65   -0,82%
  • IDXV30 109   -0,69   -0,63%
  • IDXQ30 99   -0,38   -0,38%

TNI Angkatan Udara sebut drone telah menjadi ancaman signifikan dan masif


Senin, 10 Februari 2020 / 15:54 WIB
ILUSTRASI. Foto handout Angkatan Udara AS yang tak bertanggal dari pesawat RQ-4 Global Hawk (drone) tanpa awak


Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asisten Pengamanan (Aspam) Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsda TNI Tamsil Malik menyebut, drone atau pesawat tanpa awak menjadi ancaman udara. Hal itu diungkapkannya saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Intelijen TNI AU 2020, di Mabesau Cilangkap, Jakarta, Senin (10/2/2020).

"Seiring perkembangan teknologi dirgantara, drone atau pesawat tanpa awak telah menjadi ancaman yang signifikan dan masif," ujar Tamsil dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (10/2/2020).

Baca Juga: Keren, Indonesia targetkan produksi massal drone militer 2022

Tamsil mengatakan, saat ini drone terbukti sudah dimanfaatkan untuk melakukan serangan udara terhadap sasaran terpilih dan bernilai strategis. Terlebih, semua negara di dunia juga telah mengembangkan teknologi drone untuk kepentingan militernya.

Karena itu, lanjut Tamsil, TNI AU pun perlu mengantisipasi. "TNI AU perlu meningkatkan kemampuan mengantisipasi dan menghadapi segala bentuk ancaman," kata Tamsil.

Baca Juga: Jokowi minta jajarannya melakukan hilirisasi riset dan inovasi




TERBARU

[X]
×