kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.754.000   -31.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.853   30,00   0,17%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Terkait rencana kenaikan tarif cukai hasil tembakau, ini kata manajemen HM Sampoerna


Minggu, 17 Oktober 2021 / 20:26 WIB
ILUSTRASI. Logo HM sampoerna


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

Sementara itu, untuk segmen rokok mesin Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan Sigaret Putih Mesin (SPM), kenaikan cukai yang mengacu pada angka inflasi akan mendukung keberlangsungan IHT dan memberikan ruang untuk pulih dari dampak pandemi Covid-19.

Elvira bilang, Kenaikan cukai yang tinggi di tengah melemahnya daya beli perokok dewasa dapat memicu peningkatan permintaan rokok ilegal.

Situasi pandemi juga menyebabkan akselerasi tren downtrading (beralihnya perokok dewasa ke produk dengan tarif cukai rendah dan harga murah). Pertumbuhan pesat pada segmen rokok dengan tarif cukai rendah dan harga murah ini, sangat mengkhawatirkan dari perspektif penerimaan negara, dan yang lebih penting lagi, dari perspektif pencegahan perokok anak.

Oleh karena itu, kebijakan cukai rokok perlu diformulasikan agar laju downtrading dapat dihentikan guna membantu pemerintah dalam mengoptimalisasikan penerimaan negara.

“Kami berharap kebijakan cukai yang dikeluarkan oleh pemerintah dapat memberikan ruang bagi industri untuk pulih sehingga dapat turut berkontribusi dalam pemulihan ekonomi nasional,” pungkasnya.

Selanjutnya: Produksi rokok naik, Gappri tetap tolak rencana kenaikan tarif cukai rokok

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×