kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   31.000   1,17%
  • USD/IDR 17.664   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.661   -7,10   -0,11%
  • KOMPAS100 870   -2,31   -0,27%
  • LQ45 660   -2,28   -0,34%
  • ISSI 231   -0,54   -0,23%
  • IDX30 370   -1,30   -0,35%
  • IDXHIDIV20 457   -2,58   -0,56%
  • IDX80 99   -0,40   -0,40%
  • IDXV30 126   -0,94   -0,74%
  • IDXQ30 118   -0,48   -0,40%

Terkait rencana kenaikan tarif cukai hasil tembakau, ini kata manajemen HM Sampoerna


Minggu, 17 Oktober 2021 / 20:26 WIB
ILUSTRASI. Logo HM sampoerna


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

Sementara itu, untuk segmen rokok mesin Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan Sigaret Putih Mesin (SPM), kenaikan cukai yang mengacu pada angka inflasi akan mendukung keberlangsungan IHT dan memberikan ruang untuk pulih dari dampak pandemi Covid-19.

Elvira bilang, Kenaikan cukai yang tinggi di tengah melemahnya daya beli perokok dewasa dapat memicu peningkatan permintaan rokok ilegal.

Situasi pandemi juga menyebabkan akselerasi tren downtrading (beralihnya perokok dewasa ke produk dengan tarif cukai rendah dan harga murah). Pertumbuhan pesat pada segmen rokok dengan tarif cukai rendah dan harga murah ini, sangat mengkhawatirkan dari perspektif penerimaan negara, dan yang lebih penting lagi, dari perspektif pencegahan perokok anak.

Oleh karena itu, kebijakan cukai rokok perlu diformulasikan agar laju downtrading dapat dihentikan guna membantu pemerintah dalam mengoptimalisasikan penerimaan negara.

“Kami berharap kebijakan cukai yang dikeluarkan oleh pemerintah dapat memberikan ruang bagi industri untuk pulih sehingga dapat turut berkontribusi dalam pemulihan ekonomi nasional,” pungkasnya.

Selanjutnya: Produksi rokok naik, Gappri tetap tolak rencana kenaikan tarif cukai rokok

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×