kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Terkait rencana kenaikan tarif cukai hasil tembakau, ini kata manajemen HM Sampoerna


Minggu, 17 Oktober 2021 / 20:26 WIB
ILUSTRASI. Logo HM sampoerna


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pemerintah berencana mengumumkan kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok tahun depan pada Oktober 2021. Hal tersebut diumumkan oleh Kementerian Keuangan Agustus lalu.

Direktur PT HM Sampoerna Tbk Elvira Lianita berharap, agar pemerintah tidak menaikkan tarif cukai hasil tembakau segmen SKT pada 2022. Sebab pemulihan Industri Hasil Tembakau (IHT) akibat pandemi Covid-19 masih terbilang lambat.

Elvia menjelaskan secara keseluruhan IHT mengalami penurunan tertinggi sekitar 10% pada 2020 yang didorong oleh penurunan rokok Golongan 1 yang membayar tarif cukai tertinggi. Kenaikan cukai sangat tinggi dan pandemi Covid-19 di tahun 2020 berdampak negatif pada daya beli perokok dewasa.

Tahun 2021, penurunan kinerja industri dinilai melambat. Elvira mengatakan, meskipun Golongan 1 terus mengalami penurunan, terjadi pertumbuhan pesat pada segmen rokok dengan tarif cukai lebih rendah dan harga murah pada Semester 1 2021 yang mengakibatkan pertumbuhan IHT sebesar 9%.

Baca Juga: Pemerintah akan meningkatkan penerimaan negara dan pertajam belanja pada 2023

Lebih lanjut, Elvira mengatakan, dengan didukung oleh keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan tarif cukai sigaret kretek tangan (SKT) segmen padat karya ini memiliki kinerja yang baik dan berhasil membalikkan tren penurunan historis dari kategori rokok linting tangan pada tahun 2021.

“Dengan perbaikan ini, Sampoerna berhasil meningkatkan kapasitas produksi melalui Mitra Produksi Sigaret (MPS) kami dan menciptakan 6.000 lapangan kerja baru di 28 kota/kabupaten di seluruh Jawa,” jelas Elvira kepada Kontan.co.id, dikutip pada Minggu (17/10).

Untuk itu, Elvira berharap berharap agar pemerintah melanjutkan dukungannya terhadap segmen SKT yang padat karya dengan tidak menaikkan tarif cukai untuk kategori ini di tahun 2022.

Sebab, Menurut data dari Kementerian Perindustrian, sekitar 70% dari total pekerja IHT terlibat di segmen SKT, dan didominasi oleh perempuan. Sedangkan bahan baku tembakau dan cengkih yang digunakan oleh rokok SKT dua kali lipat lebih banyak daripada rokok buatan mesin.

Oleh karena itu, dengan tidak menaikkan cukai untuk segmen SKT, hal ini akan menjaga stabilitas lapangan pekerjaan serta penyerapan bahan baku tembakau dan cengkih yang diproduksi oleh petani lokal.

Baca Juga: HUT ke-89, Nojorono Tobacco meluncurkan produk SKM baru




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×