kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.068   28,51   0,47%
  • KOMPAS100 793   4,43   0,56%
  • LQ45 602   2,62   0,44%
  • ISSI 210   0,41   0,20%
  • IDX30 340   1,48   0,44%
  • IDXHIDIV20 423   1,15   0,27%
  • IDX80 91   0,44   0,49%
  • IDXV30 115   -0,23   -0,20%
  • IDXQ30 109   0,46   0,43%

Terjerat kasus suap Bakamla, FD datangi KPK


Jumat, 23 Desember 2016 / 14:42 WIB


Reporter: Teodosius Domina | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Tersangka kasus suap Badan Keamanan Laut (Bakamla) yang beberapa waktu lalu dikabarkan berada di luar negeri, Fahmi Darmawansyah (FD), hari ini mendatangi KPK. "Informasi yang kami terima, FD hadir hari ini," kata Febri Diansyah, juru bicara KPK.

Pagi-pagi sekitar pukul 9.00 WIB dia ke gedung lembaga anti rasuah bersama pengacara Maqdir Ismail. Namun Maqdir kemudian tidak mendampingi Fahmi dalam pemeriksaan tersebut dan kembali pulang.

Ketika dikonfirmasi, Maqdir bilang sebenarnya Fahmi sudah di Indonesia sejak beberapa hari lalu. "Dia sudah di Jakarta sejak Selasa (20/12)," ujar Maqdir. Namun lantaran merasa belum jelas dipanggil dalam status sebagai apa suami Inneke Koesherawati ini enggan hadir dulu. Kemudian hari ini FD baru mendatangi KPK. 

Dalam kasus ini, Fahmi bersama dua karyawan PT MTI Hardy Stefanus dan Muhammad Adami Okta telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka diduga memberikan uang senilai Rp 2 miliar kepada Eko Hadi Susilo, pejabat Bakamla.

Uang diduga diberikan sebagai suap agar PT MTI memenangkan lelang pengadaan satelit monitoring. Eko ini merupakan pejabat yang memiliki kuasa penggunaan anggaran (KPA). Berdasarkan informasi awal dari KPK, diketahui sebenarnya ada janji pemberian uang sebanyak 7,5% dari total proyek senilai Rp 200 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×