kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.940   27,00   0,15%
  • IDX 6.061   23,85   0,40%
  • KOMPAS100 782   4,58   0,59%
  • LQ45 599   3,42   0,57%
  • ISSI 210   0,47   0,22%
  • IDX30 333   2,71   0,82%
  • IDXHIDIV20 426   2,73   0,64%
  • IDX80 89   0,49   0,55%
  • IDXV30 115   0,63   0,55%
  • IDXQ30 109   0,70   0,65%

Penyuap kasus Bakamla minta jadwal ulang


Kamis, 22 Desember 2016 / 21:21 WIB


Reporter: Teodosius Domina | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Tersangka penyuap pejabat Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla), FD (Fahmi Darmawansyah) tidak memenuhi panggilan KPK untuk diperiksa sebagai saksi. Direktur Utama PT Melati Technofo Indonesia ini disebut-sebut masih berada di luar negeri.

Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, bilang, berdasarkan penutusan kuasa hukum,  FD meminta dijadwalkan ulang dan akan datang pada pemanggilan berikutnya. "Minta dijadwalkan ulang," kata Febri, Kamis (22/12).

Hari ini Fahmi dipanggil KPK untuk dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka Edi Susilo Hadi, Deputi Informasi Hukum dan Kerja Sama Bakamla. Pemanggilan kali ini baru yang pertama, sehingga KPK belum akan melakukan pemanggilan paksa.

Dalam kasus ini, Fahmi bersama dua karyawan PT MTI Hardy Stefanus dan Muhammad Adami Okta telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka diduga memberikan uang senilai Rp 2 miliar kepada Eko.

Uang diberikan sebagai suap agar PT MTI memenangkan lelang pengadaan satelit monitoring. Eko ini merupakan pejabat yang memiliki kuasa penggunaan anggaran (KPA).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×