kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Terbesar Sejarah Fiskal, Puan Sebut Belanja APBN 2027 Bisa Tembus Rp 4.000 Triliun


Jumat, 14 Agustus 2026 / 15:33 WIB
Terbesar Sejarah Fiskal, Puan Sebut Belanja APBN 2027 Bisa Tembus Rp 4.000 Triliun
ILUSTRASI. Sidang Tahunan MPR (Dok/TV Parlemen)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua DPR RI Puan Maharani menyebut belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 berpotensi mendekati Rp 4.000 triliun. Jika terealisasi, angka tersebut akan menjadi belanja APBN terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Puan dalam Pidato Ketua DPR RI pada Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 terkait Rancangan Undang-Undang tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya, Jumat (14/8/2026).

Puan memaparkan, belanja negara terus meningkat signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Pada 2000, APBN berada pada besaran Rp 197 triliun, kemudian pada 2010 mencapai Rp 1.126 triliun.

"Dalam 10 tahun tersebut, Belanja Negara naik hampir 6 kali lipat," ujar Puan, Jumat (14/8/2026).

Baca Juga: Puan Maharani Ungkap 4 Hal yang Harus Diperhatikan dalam Penyusunan APBN 2027

Sementara pada 2026, APBN mencapai Rp 3.842 triliun, atau naik hampir 20 kali lipat dibandingkan 2000. Menurut Puan, dengan melihat tren tersebut, belanja APBN 2027 berpotensi semakin mendekati Rp 4.000 triliun.

"APBN Tahun 2027, yang sebentar lagi akan disampaikan oleh Bapak Presiden, bisa jadi APBN kita sudah mendekati besaran belanja Rp 4.000-an triliun," kata Puan.

Meski angkanya sangat besar, Puan mengingatkan bahwa besarnya anggaran negara tidak otomatis mencerminkan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Ia mencontohkan petani yang menunggu hasil panen, anak yang ingin melanjutkan pendidikan, masyarakat kurang mampu yang membutuhkan layanan kesehatan hingga pencari kerja yang ingin menghidupi keluarganya.

Bagi mereka, kata Puan, besarnya anggaran negara hanya akan berarti apabila mampu menjawab kebutuhan dan harapan masyarakat.

"Angka sebesar apa pun terasa tidak bermakna apabila belum dapat menjawab harapan dan urusan rakyat," tegasnya.

Baca Juga: Purbaya: Sebagian Keuntungan Danantara Bakal Disetor ke APBN

Puan juga menekankan bahwa APBN bukan sekadar angka belanja pemerintah. Menurut dia, APBN merupakan pilihan politik mengenai ke mana sumber daya negara diarahkan, siapa yang diprioritaskan, serta manfaat apa yang harus dirasakan rakyat.

"APBN adalah pilihan politik; tentang ke mana sumber daya negara diarahkan, siapa yang diprioritaskan, dan manfaat apa yang harus dirasakan oleh rakyat," ujar Puan.

Karena itu, Puan menilai keberhasilan APBN tidak cukup diukur dari besarnya anggaran yang dapat dibelanjakan. Kinerja APBN harus dilihat dari kemampuannya memenuhi harapan rakyat dan memperbaiki kehidupan masyarakat.

"APBN tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang dapat dibelanjakan, APBN harus dinilai dari kinerjanya dalam memenuhi harapan rakyat dan banyaknya kehidupan rakyat yang dapat diubah menjadi lebih baik," katanya.

Adapun tema kebijakan fiskal 2027 yang diusung pemerintah adalah "Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat."

Puan mengatakan tema tersebut harus menjadi komitmen untuk mempertemukan pertumbuhan ekonomi dengan pemerataan serta kemajuan ekonomi dengan keadilan sosial.

"Harus dimaknai sebagai komitmen untuk mempertemukan pertumbuhan dengan pemerataan; kemajuan ekonomi dengan keadilan sosial," pungkasnya.

Baca Juga: Pemerintah Minta Sebagian Dividen BUMN Kembali ke APBN untuk Bantu Beban Utang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×