kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Tak Jadi Dibubarkan, Ini Alasan Menkeu Purbaya Tetap Pertahankan Bea Cukai


Rabu, 22 Juli 2026 / 05:15 WIB
Tak Jadi Dibubarkan, Ini Alasan Menkeu Purbaya Tetap Pertahankan Bea Cukai
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (KONTAN/Nurtiandriyani S)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Ancaman pemerintah yang bakal membubarkan Direktorat Jenderal Bea Cukai sepertinya hanya gertak sambal.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menunjukkan kemajuan yang signifikan setelah dilakukan serangkaian pembenahan internal. 

Oleh karena itu, ia memastikan, keberadaan institusi tersebut akan tetap dipertahankan. Sebelumnya ada wacana pembubaran Bea Cukai lantaran dianggap banyak persoalan.

Menurut Purbaya, reformasi telah dilakukan mulai dari penyegaran sumber daya manusia hingga pergantian jajaran pimpinan. Langkah tersebut dinilai mulai membuahkan hasil, baik dari sisi penerimaan negara maupun penindakan terhadap praktik penyelundupan.

"Bea Cukai progressnya sudah amat baik, kita sudah kocok ulang pegawai-pegawai di sana dan sekarang yang di pucuk-pucuk puncak pimpinan sudah orang-orang yang relatif lebih baik dan mereka tahu kalau mereka enggak baik mereka akan dibubarkan," ujar Purbaya dalam Konferensi Pers APBN Kita, Selasa (21/7).

Baca Juga: Bos Pajak Tegaskan Babinsa Tidak Terlibat Pemeriksaan Pajak. Ini Batasannya!

Purbaya mengungkapkan, penerimaan Bea Cukai kini telah mencatat pertumbuhan lebih dari 6% atau mendekati 7%. Di saat yang sama, peredaran barang selundupan di pasar disebut mulai berkurang, sementara penindakan terhadap rokok ilegal semakin masif.

Selain itu, pemerintah juga mengubah pola penindakan terhadap pelaku penyelundupan. Jika sebelumnya hanya barang ilegal yang disita, kini kendaraan pengangkut juga ditahan hingga seluruh proses pemeriksaan selesai. 

Menurut Purbaya, kebijakan tersebut membuat biaya melakukan praktik ilegal menjadi jauh lebih mahal sehingga diharapkan memberikan efek jera.

Purbaya mengatakan, perubahan kinerja Bea Cukai juga telah mendapat pengakuan dari Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, jika sebelumnya Presiden sempat menyampaikan wacana pembubaran Bea Cukai, kini pandangannya berubah setelah melihat hasil reformasi yang berjalan.

"Pak Prabowo sudah melihat ada perbaikan yang signifikan di Bea Cukai. Kalau dulu dia bilang bubarkan, sekarang dia pernah bilang di salah satu rapat dengan kabinet, Bea Cukai bisa diperbaiki dan harus bisa diperbaiki. Itu adalah signal yang clear bahwa ada perkembangan positif di Bea Cukai yang diakui oleh pimpinan kita," katanya.

Baca Juga: Purbaya Kantongi Daftar 40 Perusahaan yang Diduga Kurangi Pembayaran Pajak

Ke depan, Bea Cukai juga akan memperkuat pengawasan dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). 

Sistem tersebut akan diterapkan untuk mendukung pengawasan di pelabuhan dan bandara serta terhubung dengan berbagai kantor Bea Cukai di seluruh Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×