kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.047.000   8.000   0,26%
  • USD/IDR 16.875   -95,00   -0,56%
  • IDX 7.441   103,54   1,41%
  • KOMPAS100 1.037   16,87   1,65%
  • LQ45 760   9,37   1,25%
  • ISSI 262   5,17   2,01%
  • IDX30 401   3,98   1,00%
  • IDXHIDIV20 495   1,94   0,39%
  • IDX80 117   1,87   1,63%
  • IDXV30 135   1,59   1,20%
  • IDXQ30 129   0,82   0,64%

Cerita Purbaya: Saya Sampai Lemas Kalau Istana Bahas Pajak dan Bea Cukai


Selasa, 10 Maret 2026 / 16:52 WIB
Cerita Purbaya: Saya Sampai Lemas Kalau Istana Bahas Pajak dan Bea Cukai
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (KONTAN/Nurtiandriyani Simamora)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengaku kerap merasa tidak nyaman setiap kali isu kinerja bea cukai dan pajak dibahas dalam rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana. 

Ia bahkan menyebut dirinya sampai "lemas" ketika topik tersebut mulai muncul dalam diskusi.

"Biasanya kalau rapat ke Istana, kalau mereka mulai ngomong bea cukai sama pajak, saya lemas saja," ujar Purbaya dalam acara pelantikan pejabat di Kemenkeu, Selasa (10/3/2026).

Baca Juga: Ada Perbaikan, Purbaya Batal Ganti Bea Cukai dengan SGS

Maklum, akhir-akhir ini kinerja penerimaan negara, khususnya pajak dan bea cukai menjadi sorotan banyak orang.

Pada tahun lalu, misalnya, penerimaan pajak hingga akhir Desember 2025 baru mencapai Rp 1.917,6 triliun atau setara 87,6% dari target APBN.

Tak tercapainya target penerimaan pajak tersebut juga diperparah oleh sejumlah pejabat pajak yang terbukti melakukan tindakan penyelewenangan.

Hal yang sama juga terjadi di Bea Cukai, yang masih banyak kebocoran di sana-sini.

Baca Juga: Purbaya Targetkan Tax Ratio Naik ke 11% di 2027 Lewat Digitalisasi

Dalam kesempatan tersebut, Purbaya mengungkapkan, sejumlah pertemuan sebelumnya Presiden Prabowo Subianto kerap melontarkan wacana untuk membubarkan Bea Cukai dan menggantinya dengan sistem pemeriksaan oleh perusahaan survei independen atau Societe Generale de Surveillance (SGS).

Menurut dia, wacana tersebut sempat membuatnya berpikir bahwa sistem pengawasan kepabeanan memang perlu diganti.

Namun, belakangan ia melihat adanya perkembangan positif dalam kinerja Bea Cukai. Perbaikan tersebut juga mulai mendapat perhatian dari Presiden.

"Saya lihat ada perbaikan di sana dan saya yakin kita bisa memperbaiki Bea Cukai sehingga tidak diberikan SGS," pungkasnya.

Baca Juga: Purbaya Siapkan Penyesuaian APBN Jika Harga Minyak Dunia Terus Naik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×