kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.028.000   16.000   0,53%
  • USD/IDR 16.814   -85,00   -0,50%
  • IDX 8.396   124,32   1,50%
  • KOMPAS100 1.183   18,77   1,61%
  • LQ45 848   12,48   1,49%
  • ISSI 300   4,67   1,58%
  • IDX30 445   8,19   1,88%
  • IDXHIDIV20 530   8,41   1,61%
  • IDX80 132   1,86   1,43%
  • IDXV30 145   1,60   1,12%
  • IDXQ30 143   2,42   1,73%

Tak Ingin Gegabah, Pemerintah: Groundbreaking Great Sea Wall Bukan di September


Senin, 23 Februari 2026 / 18:03 WIB
Tak Ingin Gegabah, Pemerintah: Groundbreaking Great Sea Wall Bukan di September
ILUSTRASI. Proyek infrastruktur tanggul laut raksasa Teluk Jakarta (TRIBUNNEWS/JEPRIMA)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah memastikan proyek pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall (GSW) untuk melindungi Pantai Utara (Pantura) Jawa tidak akan dilakukan secara terburu-buru. Meski target percepatan terus dikejar, aspek perencanaan matang juga digodok agar proyek ini tidak mangkrak di tengah jalan.

Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa, Didit Herdiawan Ashaf menegaskan, pembangunan infrastruktur ini memiliki kompleksitas tinggi karena harus terintegrasi dengan ekosistem dan ekologi. Ia membantah kabar yang menyebut pengerjaan konstruksi akan di mulai pada bulan September mendatang.

"Pembangunan infrastrukturnya sendiri, perlu ada background planning, hitungan. Saya tidak pernah mengatakan bulan September, tidak pernah saya katakan seperti itu. Tapi saya berusaha untuk mempercepat infrastruktur itu dilakukan," ujarnya saat media briefing di Jakarta, Senin (23/2/2026).

Baca Juga: Ketegangan AS-Iran Memanas, KBRI Teheran Siapkan Opsi Evakuasi WNI

Didit menjelaskan, total panjang GSW dari Banten hingga Gresik mencapai kurang lebih 535 kilometer (km). Mengingat rentang yang sangat panjang, pelaksanaan konstruksi tidak bisa dilakukan sekaligus, melainkan melalui beberapa tahap berdasarkan tingkat urgensi dan dampak kerawanan daerah.

Prioritas intervensi akan difokuskan pada titik-titik yang paling terdampak dan rawan, seperti Jakarta serta wilayah Jawa Tengah meliputi Kendal, Semarang, hingga Demak. Menurutnya, langkah mitigasi dan penelitian cepat tengah dilakukan untuk wilayah-wilayah tersebut.

"Kita maunya cepat, kita harus cepat bergeraknya, tapi tidak gegabah. Dengan kondisi seperti itu, kita persiapkan semua hal yang ada kaitannya dengan pelaksanaan kegiatan pembangunan untuk perlindungan Pantura Jawa," tegasnya.

Menurut Didit, persiapan yang matang mencakup skema pembiayaan, analisis ekologi, kolaborasi antar-lembaga, hingga integrasi pendanaan baik dari dalam maupun luar negeri. Ia tidak ingin pembangunan infrastruktur berhenti di tengah jalan karena adanya perubahan kebijakan atau kendala teknis yang belum terantisipasi.

"Pada saat ini berjalan, infrastruktur baru dimasukkan, berjalan. Pada saat ada perubahan, jangan infrastrukturnya nanti berhenti. Supaya, pembiayaannya juga tidak terlalu mahal ke depan," imbuhnya.

Didit juga mengingatkan bahwa pengerjaan GSW tidak bisa dilakukan oleh Otorita Pantura sendirian. Diperlukan sinergi lintas kementerian dan lembaga (K/L) untuk mengeksekusi program strategis Presiden ini demi melindungi kawasan pesisir dari ancaman penurunan muka tanah dan kenaikan air laut.

"Tentunya tidak seperti membalikkan telapak tangan, saya katakan. Karena ini kerja besar dan kerja bersama. Enggak bisa dikerjakan oleh badan ini sendiri. Notabene dalam tanda kutip ini baru," ujar dia.

Baca Juga: Defisit APBN Awal 2026 Tembus Rp 54,6 Triliun, Belanja Melonjak Tajam

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, pemerintah bakal menggelar groundbreaking tanggul laut pada September tahun ini. Dia menyebut, pihaknya siap mengerjakan tanggul laut raksasa tersebut.

"Mau 12 (kilometer/km), mau 19 (km), Jakarta akan mengerjakan. Tapi kapan di mulainya kita menunggu arahan pemerintah pusat. Rencananya groundbreaking itu mulai bulan September tahun ini," ujarnya dalam seremonial pembangunan Entrance Stasiun MRT Harmoni, Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026).

Di samping itu, Pramono hendak memastikan bahwa pembangunan tanggul laut raksasa yang menjadi bagian dari tanggung jawab Pemprov DKI akan dipercepat.

Dia bilang, saat ini salah satu ruas tanggul di kawasan Ancol sudah selesai dibangun dan kini dalam proses penataan untuk mempercantik kawasan tersebut. "Alhamdulillah yang di ruas Ancol sudah kami selesaikan. Sekarang tinggal beautifikasi," jelasnya. 

Selanjutnya: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (24/2), Hujan Sangat Lebat di Provinsi Ini

Menarik Dibaca: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (24/2), Hujan Sangat Lebat di Provinsi Ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×