kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Tahun Depan, Ekonomi Ditargetkan Tumbuh 5,3%, Sudah Pertimbangkan Ancaman Resesi


Jumat, 30 September 2022 / 06:49 WIB
ILUSTRASI. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu mengatakan, target pertumbuhan ekonomi 2023 sudah merefleksikan kemungkinan perekonomian global akan mengalami resesi tahun depan.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Undang-Undang Anggaran pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 sudah disahkan DPR. Di APBN 2023, target pertumbuhan ekonomi tahun depan disepakati sebesar 5,3%.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu mengatakan, target pertumbuhan ekonomi tersebut sudah merefleksikan kemungkinan perekonomian global akan mengalami resesi tahun depan.

Meski begitu, Febrio bilang, pemerintah akan terus waspada dalam menghadapi ketidakpastian perekonomian global tahun depan. Sehingga pemerintah bisa langsung mengantgisipasi dampak yang terjadi dari ketidakpastian tersebut.

Baca Juga: Begini Upaya Pemerintah Meraih Target Penerimaan Perpajakan Tahun 2023

Apakah ada potensi penurunan pertumbuhan perekonomian ke bawah dari yang sudah diproyeksikan? Febrio mengatakan pasti akan selalu ada potensi tersebut.

“Dimana-mana kalau kita buat prediski akan selalu ada sisi atas dan sisi bawahnya, pasti ada risikonya. Makanya waktu kita desian APBN pasti dengan ketidakspatsian yang masih dan akan terus terjadi, makanya kita bilang, optimsi iya, tetapi juga waspadam,” tutur Febrio kepada awak media, Kamis (29/9).

Artinya, lanjut Febrio kewaspadaan tersebut akan disertai dengan fleksibilitas yang sedang dipersiapkan.

Tahun depan, ketidakpastian global bersumber dari tingkat subung yang naik kurs rupiah terhadap dollar AS yang terdepresiasi, inflasi yang tinggi, harga komoditas yang masih tinggi dan volatile, sehingga skenario untuk menghadapi risiko tersebut harus selalu diantisipasi.

Baca Juga: Kepala BKF Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2022 Menguat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×