Reporter: Leni Wandira | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka masih memiliki modal kepercayaan publik yang cukup kuat untuk meningkatkan kinerja pemerintahan ke depan.
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda mengatakan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran masih mencapai 63,2%. Menurut dia, angka tersebut menjadi modal sosial penting bagi pemerintah untuk menjalankan agenda perbaikan.
"Tingkat kepercayaan publik terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran masih di angka 63,2 persen, ini menjadi modal sosial yang sangat berharga di tengah penurunan kepuasan publik," ujar Hanta dalam rilis survei nasional Poltracking Indonesia, Senin (31/8/2026).
Baca Juga: Festival AHU Perdalam Edukasi Layanan dari Fidusia hingga Kewarganegaraan
Survei Poltracking Indonesia yang dilakukan pada 14-20 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.220 responden mencatat tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran sebesar 55,1%.
Hanta menilai dinamika tersebut menunjukkan pemerintah masih memiliki ruang untuk meningkatkan kepuasan masyarakat melalui agenda perbaikan kinerja dan kebijakan yang tepat sasaran.
"Berbagai kemungkinan tentang persepsi publik masih berpotensi terjadi, bergantung pada isu dan agenda perbaikan yang akan diambil oleh pemerintah dalam upaya meningkatkan kembali kepuasan publik," jelas Hanta.
Salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan adalah memperkuat mekanisme checks and balances melalui parlemen. Hanta mengatakan sebanyak 58,5% publik menilai keberadaan partai oposisi yang kritis terhadap pemerintah penting.
Menurutnya, keberadaan oposisi tidak harus dipandang sebagai penghambat pemerintah. Sebaliknya, partai yang berada di luar pemerintahan dapat menjadi saluran formal untuk menyampaikan aspirasi dan kritik masyarakat.
Hanta menyebut PDIP dengan 110 kursi, NasDem 69 kursi, dan PKS 53 kursi berpotensi menjadi kekuatan penyeimbang dengan total 232 kursi di parlemen.
Baca Juga: Pascakebakaran, Desa Adat Sade Memulai Pemulihan Aktivitas Warga
Sementara itu, partai pendukung pemerintah memiliki 348 kursi. Menurut Hanta, komposisi tersebut sudah cukup bagi pemerintah untuk mengamankan agenda kebijakannya sekaligus memberikan ruang bagi fungsi pengawasan parlemen.
"Kehadiran oposisi parlemen yang memiliki total 232 kursi tersebut justru menjadi wadah formal yang elegan untuk menyerap serta menyalurkan suara kritis masyarakat," jelasnya.
Selain penguatan fungsi parlemen, harmonisasi antara Presiden dan Wakil Presiden juga dinilai penting dalam menjaga stabilitas pemerintahan. Hanta mendorong Prabowo dan Gibran terus menunjukkan kekompakan serta pembagian tugas yang jelas dalam menjalankan pemerintahan.
Menurut dia, pembagian otoritas yang terukur dapat memperkuat peran wakil presiden sekaligus menciptakan koordinasi pemerintahan yang lebih efektif.
Dengan tingkat kepercayaan publik yang masih berada di atas 60%, Hanta menilai pemerintah memiliki ruang cukup besar untuk memperkuat kinerja dan meningkatkan kepuasan masyarakat.
"Tren penurunan approval rating atau kepuasan terhadap kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran yang terjadi saat ini, merupakan bagian dari dinamika politik pemerintahan yang perlu secara serius ditindaklanjuti dengan agenda perbaikan kinerja pemerintah," pungkas Hanta.
Baca Juga: Super Garuda Shield 2026 Dimulai, Indonesia-AS Pamer Kekuatan Militer
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














