Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah kebakaran, pemulihan Desa Adat Sade di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai dilakukan.
Berdasarkan laporan awal pemerintah daerah, sedikitnya 120 kepala keluarga atau sekitar 320 jiwa terdampak kebakaran yang terjadi pada Sabtu (22/8). Pemulihan idak hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, tetapi juga mengembalikan aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan hingga budaya masyarakat setempat.
Kebakaran turut berdampak terhadap sejumlah rumah tradisional, artshop, peralatan tenun, perlengkapan kesenian, benda pusaka hingga naskah lontar.
Desa Adat Sade merupakan salah satu kawasan masyarakat Sasak yang masih mempertahankan tradisi secara turun-temurun. Kawasan tersebut juga menjadi salah satu destinasi wisata budaya di Lombok Tengah.
Wakil Kepala Dusun Sade, Desa Rembitan sekaligus Koordinator Posko Bantuan, Medal mengatakan, kebutuhan masyarakat masih cukup beragam setelah kebakaran. Mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga perlengkapan bagi anak-anak.
Baca Juga: Harga Beras di Atas HET, Bapanas Siapkan Sanksi hingga Cabut Izin Usaha
“Kami berharap dukungan seperti ini dapat membantu warga melewati masa pemulihan dan kembali menjalankan aktivitas seperti sebelumnya,” ujarnya dalam keterangan,nya Jumat (28/8).
Dalam proses pemulihan tersebut, sejumlah kebutuhan warga mulai disalurkan. PT Kredit Utama Fintech Indonesia (RupiahCepat), misalnya, menyalurkan kebutuhan berupa pakaian anak dan dewasa, perlengkapan bayi, kebutuhan sekolah, bahan pokok, kebutuhan perempuan hingga dua tandon untuk mendukung ketersediaan air bersih.
Penyaluran berkoordinasi dengan Chili House Foundation untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat yang masih diperlukan di lapangan.
Direktur Utama PT Kredit Utama Fintech Indonesia, Balandina Siburian mengatakan, kebutuhan masyarakat tidak berhenti setelah masa tanggap darurat berakhir. Tahap pemulihan juga perlu memperhatikan keberlangsungan kegiatan keluarga dan pendidikan anak-anak.
“Anak-anak perlu kembali bersekolah, keluarga perlu memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan masyarakat perlu perlahan kembali menjalankan aktivitasnya,” ujar Balandina.
Menurutnya, kebutuhan yang disalurkan diarahkan pada barang-barang yang dapat langsung digunakan masyarakat selama proses pemulihan.
Pemulihan Desa Adat Sade juga memiliki dimensi yang lebih luas lantaran kawasan tersebut menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat Sasak.
Selain memulihkan kehidupan sehari-hari warga, keberlangsungan aktivitas tenun, kesenian, serta aset budaya yang terdampak kebakaran menjadi bagian dari proses pemulihan kawasan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














