kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.628.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.855   89,00   0,50%
  • IDX 6.385   -56,43   -0,88%
  • KOMPAS100 835   -7,46   -0,89%
  • LQ45 634   -5,96   -0,93%
  • ISSI 222   -3,01   -1,34%
  • IDX30 353   -3,37   -0,95%
  • IDXHIDIV20 440   -4,01   -0,90%
  • IDX80 95   -0,92   -0,95%
  • IDXV30 121   -0,86   -0,71%
  • IDXQ30 114   -1,28   -1,12%

Pemerintah Punya Ruang Hemat Bunga Utang hingga Rp 7 Triliun di 2026


Senin, 21 September 2026 / 17:38 WIB
Pemerintah Punya Ruang Hemat Bunga Utang hingga Rp 7 Triliun di 2026
ILUSTRASI. ekspor,impor,pelabuhan,petikemas (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih memiliki ruang untuk menghemat belanja bunga utang pada tahun 2026 ini. Namun, ruang penghematan tersebut diperkirakan relatif terbatas, yakni sekitar Rp 3 triliun hingga Rp7 triliun. 

Lead Economist Bank Danamon Indonesia, Irman Faiz memperkirakan, penghematan belanja bunga utang tahun ini berada di kisaran Rp 3 triliun-Rp7 triliun, dengan titik tengah sekitar Rp 5 triliun dari pagu anggaran sebesar Rp 599,44 triliun.

“Menurut perhitungan kami, ruang penghematan bunga utang tahun ini kemungkinan sekitar Rp3 triliun samapi Rp 7 triliun, dengan midpoint sekitar Rp 5 triliun dari pagu Rp 599 triliun,” ujar Faiz kepada Kontan, Senin (21/9/2026).

Menurutnya, ruang penghematan bunga utang relatif terbatas lantaran sekitar 65,7% anggaran bunga telah terealisasi hingga Agustus 2026. Selain itu, sebagian besar beban bunga berasal dari stok utang yang telah diterbitkan sebelumnya.

Baca Juga: Ekonom:Biaya Penarikan Utang Baru 2027 Mahal, Bayar Bunga Utang Pemerintah Rp 650,3 T

Hingga akhir Agustus 2026, realisasi pembayaran bunga utang telah mencapai Rp 394,2 triliun. Realisasi tersebut terdiri dari bunga utang dalam negeri sebesar Rp 366,4 triliun dan bunga utang luar negeri sebesar Rp 27,8 triliun.

Di sisi lain, ia menyebut, tingkat imbal hasil atau yield Surat Berharga Negara (SBN) saat ini juga belum lebih murah secara signifikan dibandingkan asumsi yang digunakan dalam APBN.

Dengan kondisi tersebut, Faiz menilai sumber penghematan terbesar bukan berasal dari penurunan suku bunga, melainkan dari pengelolaan kas dan utang secara aktif atau active cash and debt management

Menurutnya, penghematan sekitar Rp 5 triliun masih realistis apabila kebutuhan penerbitan utang hingga akhir tahun dapat ditekan.

Selain itu, pemerintah dapat mengoptimalkan waktu penerbitan ketika kondisi pasar lebih kondusif serta mengatur komposisi tenor dan instrumen pembiayaan secara lebih efisien.

Baca Juga: Beban Bunga Utang Tembus Rp 599 Triliun di 2026, Lampaui Batas Aman Global

Sementara itu, untuk mencapai penghematan mendekati Rp 7 triliun atau lebih, diperlukan kombinasi antara kebutuhan pembiayaan yang lebih rendah dan penurunan yield SBN yang cukup berarti pada kuartal IV 2026.

Sebaliknya, apabila yield SBN bertahan di atas 7% dan kebutuhan penerbitan utang tetap tinggi, ruang penghematan bunga utang diperkirakan hanya berada di sisi bawah kisaran, yakni sekitar Rp 3 triliun.

Irman menambahkan, apabila penghematan sebesar Rp3 triliun-Rp7 triliun terealisasi, dampaknya terhadap defisit APBN diperkirakan sekitar 0,01%-0,03% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Jadi positif sebagai tambahan fiscal buffer, tetapi tidak mengubah arah defisit APBN secara material,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×