Reporter: Siti Masitoh | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – MADINAH. Kota Madinah Arab Saudi menjadi tempat fase pemulangan terakhir jemaah haji gelombang II. Saat ini kota Nabi Muhammad SAW tersebut dalam kondisi cuaca panas, menjadi tantangan tersendiri bagi jemaah haji Indonesia.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, mengatakan suhu udara di Madinah pada siang hari mencapai 44 derajat Celsius. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kesehatan jemaah, terutama lansia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta.
Karena itu, jemaah diminta tidak memaksakan diri melakukan aktivitas di luar ruangan dalam waktu lama, khususnya pada siang hingga sore hari saat suhu berada pada titik tertinggi.
Baca Juga: 157.243 Jemaah dan Petugas Haji Indonesia Sudah Kembali ke Tanah Air
"Kami menghimbau seluruh jemaah haji Indonesia yang saat ini berada di Madinah untuk tidak memaksakan diri melakukan aktivitas berlebihan di luar ruangan, terutama saat siang hari, mengingat suhu udara hari ini mencapai 44 derajat Celsius," ujar Maria dalam konferensi pers, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, menjaga kesehatan menjadi faktor penting agar jemaah dapat menuntaskan rangkaian ibadah di Madinah sekaligus menjalani proses kepulangan ke Indonesia dengan aman dan lancar.
Kementerian Haji dan Umrah mengimbau jemaah memperbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi. Selain itu, jemaah juga dianjurkan menggunakan pelindung diri seperti payung, topi, maupun kacamata saat beraktivitas di luar hotel atau menuju Masjid Nabawi.
Maria juga meminta jemaah memanfaatkan waktu istirahat dengan baik dan tidak memaksakan diri mengikuti aktivitas tambahan yang berpotensi menguras tenaga.
"Kondisi tubuh yang sehat dan bugar sangat penting agar rangkaian ibadah dan proses kepulangan ke tanah air dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan lancar," katanya.
Selain cuaca panas, jemaah juga diminta memperhatikan faktor keamanan selama berada di Madinah. Jemaah diimbau selalu membawa kartu identitas, mengenali lokasi hotel tempat menginap, serta tidak bepergian seorang diri, terutama bagi jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, maupun jemaah dengan risiko kesehatan tertentu.
Baca Juga: Standar Istithaah Jemaah Haji Indonesia Akan Diperketat untuk Semua Daerah
Saat ini seluruh layanan operasional haji Indonesia telah terpusat di Madinah setelah proses pergerakan jemaah gelombang kedua dari Makkah selesai dilaksanakan. Ribuan jemaah masih menjalankan ibadah di Masjid Nabawi, berziarah ke sejumlah lokasi bersejarah, sekaligus menunggu jadwal penerbangan kembali ke Tanah Air.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














