kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.814.000   5.000   0,18%
  • USD/IDR 17.266   44,00   0,26%
  • IDX 7.072   -34,13   -0,48%
  • KOMPAS100 955   -6,68   -0,69%
  • LQ45 682   -4,42   -0,64%
  • ISSI 255   -2,37   -0,92%
  • IDX30 378   -0,88   -0,23%
  • IDXHIDIV20 463   -1,76   -0,38%
  • IDX80 107   -0,70   -0,65%
  • IDXV30 135   -1,18   -0,87%
  • IDXQ30 121   -0,66   -0,55%

Jemaah Haji Diimbau Jaga Hidrasi, Risiko Dehidrasi hingga Heat Stroke Mengintai


Selasa, 28 April 2026 / 16:32 WIB
Jemaah Haji Diimbau Jaga Hidrasi, Risiko Dehidrasi hingga Heat Stroke Mengintai
ILUSTRASI. Kemenhaj Catat 15.300 Jemaah Haji Sudah Berangkat ke Arab Saudi (KONTAN/Siti Masitoh)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - MADINAH. Cuaca panas di Tanah Suci serta padatnya aktivitas ibadah membuat kondisi fisik jemaah haji perlu mendapat perhatian serius. Salah satu yang menjadi sorotan adalah kebiasaan sebagian jemaah yang justru mengurangi konsumsi air minum karena khawatir sering buang air kecil saat berada di area ibadah, terutama di Masjidil Haram baik di Madinah maupun di Makkah,

Kepala Seksi Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKPPJH) serta Jemaah Lansia dan Disabilitas, Ridwan Susuwanto, mengungkapkan masih banyak jemaah di lapangan yang cenderung mengurangi konsumsi air minum. 

Baca Juga: Pemerintah Masih Menghitung Dampak Inflasi dari Kenaikan Harga Plastik

Hal ini dipicu kekhawatiran harus sering ke kamar mandi, terutama saat berada di area Masjidil Haram yang padat dan memiliki akses toilet yang tidak selalu mudah dijangkau.

“Jemaah menurut saya itu pada ketakutan atau pada tidak mau wudunya batal. Karena repot ya, apalagi kalau sudah di dalam Masjidil Haram, sudah di sofa lagi enak-enak, keliling tiba-tiba kebelet kan repot. Nyari tempat wudu agak jauh, terus belum tentu bisa kembali lagi karena pintunya hampir sama semua. Jadi sepertinya banyak jemaah itu yang menahan minum agar tidak banyak pipis atau kencing,” ujarnya di Kantor Daker Makkah, Selasa (28/4/2026).

Ia menegaskan, petugas sudah berulang kali mengingatkan agar jemaah tetap menjaga asupan cairan tubuh secara rutin. Misalnya dengan minum setiap 5 menit minum dua teguk, 5 menit minum dua teguk, sehingga kecukupan cairan dalam tubuh itu terjaga. 

Menurutnya, kurangnya asupan cairan dapat berdampak serius bagi kesehatan jemaah. Mulai dari kelelahan, menurunnya fokus, hingga risiko paling berbahaya berupa heat stroke.

“Kalau tidak terjaga bisa dehidrasi. Dampaknya banyak, jemaah jadi cepat letih, kurang fokus, dan yang paling parah bisa sampai heat stroke,” jelasnya.

Ia menjelaskan, heat stroke tidak hanya dipicu oleh kurang minum, tetapi juga kombinasi faktor lain seperti cuaca panas, kelelahan, hingga kurang tidur.

“Karena apa? sudah kurang minum, cuaca panas, kelelahan, itu semua faktor risiko. Apalagi ditambah yang kurang tidur, itu semua faktor risiko dari heat stroke,” ujarnya.

Ridwan juga menyoroti pola ibadah jemaah yang kerap sangat intens saat baru tiba di Tanah Suci. Banyak jemaah yang bersemangat beribadah secara terus-menerus karena merasa ini adalah kesempatan sekali seumur hidup.

“Kurang tidur itu kenapa? Karena banyak jemaah datang ke sini, entah ke Madinah dulu atau ke Mekah dulu, fokusnya langsung ibadah. Kapan lagi saya mungkin sekali seumur hidup sampai ke Tanah Suci, jadi ibadah terus, geber. Mungkin ada yang sampai semalaman, sampai tahajud,” katanya.

Menurutnya, semangat ibadah tersebut kadang berubah menjadi euforia sehingga jemaah mengabaikan kebutuhan istirahat.

Ia menjelaskan bahwa semangat beribadah sebagian jemaah kerap berubah menjadi euforia sehingga membuat mereka terus beraktivitas hingga kurang tidur. Kondisi tersebut kemudian berlanjut pada pagi hari ketika jemaah harus mengikuti kembali rangkaian kegiatan kloter dan regu yang telah terjadwal.

Menurutnya, setiap regu maupun ketua rombongan memiliki agenda yang sudah ditentukan, sehingga jemaah diwajibkan mengikuti jadwal tersebut, meskipun di sisi lain mereka juga memiliki keinginan masing-masing untuk terus beribadah.

Ia menambahkan, perbedaan ritme antara jadwal kelompok dan semangat individu dalam beribadah itu kerap membuat jemaah kurang mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

Ridwan pun mengingatkan agar jemaah tetap menjaga keseimbangan antara ibadah, istirahat, dan kebutuhan tubuh, sehingga seluruh rangkaian ibadah haji dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Baca Juga: Prabowo Targetkan Masalah Sampah Terkendali Dalam 2–3 Tahun, Jadi Prioritas Nasional

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×