kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.364   10,00   0,06%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

Tiga Jemaah Haji yang Sempat Dirawat di Madinah Diberangkatkan ke Makkah


Jumat, 01 Mei 2026 / 13:29 WIB
Tiga Jemaah Haji yang Sempat Dirawat di Madinah Diberangkatkan ke Makkah
ILUSTRASI. Tiga jemaah haji yang sempat dirawat di Madinah kini dipindahkan ke Makkah. Mereka akan melanjutkan ibadah haji yang sempat tertunda (KONTAN/Siti Masitoh)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – MADINAH. Tiga jemaah haji Indonesia yang sebelumnya menjalani perawatan di Madinah karena sakit mulai diberangkatkan menuju Makkah setelah kondisi kesehatan mereka dinyatakan membaik dan layak untuk dipindahkan.

Pemindahan ketiga jemaah tersebut dilakukan sebagai bentuk perlindungan pemerintah agar mereka tetap dapat melanjutkan rangkaian ibadah haji, meski sempat tertinggal dari kloter masing-masing karena menjalani perawatan medis.

Perwakilan Tim Kesehatan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) sekaligus Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Madinah, Enny Nuryanti, mengatakan proses evakuasi medis dilakukan pada Kamis (30/4/2026) malam dari KKHI Madinah menuju KKHI Makkah.

Ia menjelaskan, ketiga jemaah sebelumnya merupakan pasien pascarawat di rumah sakit Arab Saudi. Setelah kondisi mereka stabil, tim kesehatan memutuskan untuk memindahkan mereka agar dapat kembali bergabung dengan rombongan di Makkah.

Baca Juga: Pemerintah Larang Jemaah Haji dan KBIHU Lakukan City Tour Sebelum Armuzna

“Ini merupakan upaya pemerintah dalam melindungi jemaah yang tadinya post rawat di rumah sakit Arab Saudi sudah sehat kembali namun kloternya sudah berangkat ke Makkah. Maka ini dari kami dari tim kesehatan KKHI melakukan evakuasi jemaah dari KKHI Madinah ke KKHI Makkah,” ujar Enny di KKHI Madinah, Kamis (30/4/2026).

Ia membeberkan, proses pemindahan jemaah haji dilakukan menggunakan ambulans dengan pendampingan ketat tenaga medis. Setiap perjalanan dikawal satu dokter dan satu perawat untuk memastikan kondisi jemaah tetap stabil selama menempuh perjalanan darat sekitar enam jam dari Madinah ke Makkah.

Adapun tiga jemaah yang dipindahkan terdiri atas dua pasien dengan diabetes melitus pascadebridement akibat ulkus pada kaki, serta satu pasien dengan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) yang sebelumnya mengalami eksaserbasi.

Meski demikian, seluruh pasien telah memenuhi syarat untuk dipindahkan. “Untuk syarat untuk dapat dievakuasi ini jemaah sudah transportable,” jelasnya.

Dalam perjalanan menuju Makkah, ambulans akan singgah di Bir Ali agar para jemaah dapat mengambil miqat dan berniat ihram untuk umrah wajib.

Enny mengatakan proses tersebut akan dibantu petugas pembimbing ibadah agar tetap sesuai ketentuan syariat, meski dilakukan dalam kondisi khusus.

Baca Juga: Satgas Haji Ilegal Diperkuat, Pemerintah Gandeng Polri Cegah Penipuan

Setibanya di Makkah, ketiga jemaah akan diserahkan ke KKHI Makkah untuk melanjutkan pemantauan kesehatan sebelum diarahkan bergabung kembali dengan kloter masing-masing.

Terkait pelaksanaan umrah, Enny mengakui ketiga jemaah kemungkinan belum dapat menjalankannya secara normal. Mereka diperkirakan memerlukan bantuan kursi roda atau mobil golf selama menjalankan tawaf maupun sa’i.

“Jemaah ini pada saat umrah nanti harus pakai kursi roda atau pakai mobil golf car gitu,” katanya.

Ia menambahkan, tim kesehatan telah menyiapkan berbagai kebutuhan perjalanan mulai dari obat-obatan, dokumen pendukung, hingga makanan agar proses pemindahan berlangsung aman dan nyaman tanpa memicu kekambuhan selama di perjalanan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×