kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.723   15,00   0,08%
  • IDX 6.484   -41,75   -0,64%
  • KOMPAS100 844   -5,05   -0,59%
  • LQ45 639   -5,98   -0,93%
  • ISSI 228   -0,52   -0,23%
  • IDX30 357   -3,26   -0,90%
  • IDXHIDIV20 433   -3,61   -0,83%
  • IDX80 96   -0,67   -0,69%
  • IDXV30 120   -0,67   -0,55%
  • IDXQ30 113   -1,02   -0,89%

Sudi minta Jero Wacik jalani proses hukum


Kamis, 04 September 2014 / 11:49 WIB
ILUSTRASI. Karyawan membersihkan logo baru Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Jakarta, Selasa (23/4/2019). ANTARA FOTO/Audy Alwi/hp.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Sudi Silalahi menyarankan kepada Menteri ESDM Jero Wacik untuk menjalani proses hukum terkait penetapan statusnya sebagai tersangka kasus pemerasan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Apabila sudah ditetapkan tentu yang bersangkutan harus menjalani proses hukumnya," kata Sudi di Hotel ShangriLa, Singapura dikutip dari laman setkab.go.id, Kamis (4/9).

Sementara Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sangat terkejut dengan penetapan Jero Wacik sebagai tersangka oleh KPK.

"Bapak Presiden sangat terkejut, begitu pula para menteri yang di sini (Singapura) mendengar berita itu," kata Julian kepada wartawan di Singapura.

Namun Julian belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut karena Presiden SBY belum mendapatkan pemberitahuan secara tertulis dari KPK mengenai penetapan Jero Wacik sebagai tersangka.

KPK menetapkan Jero Wacik sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan terkait jabatannya sebagai menteri pada 2011-2012. Jero disangkakan melanggar pasal 12 huruf e atau pasal 23 Undang-undang No 31 tahun 1999 jo UU No 20 tahun 2001 jo pasal 421 KUHP.

Pasal 12 huruf e mengatur mengenai penyelenggara negara yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, atau dengan menyalahgunakan kekuasaannya memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri yaitu pasal mengenai pemerasan. Bagi mereka yang terbukti melanggar pasal tersebut diancam pidana maksimal 20 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×