kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Stimulus Rp 12 Triliun Diprediksi Tak Signifikan Dongkrak Ekonomi Kuartal I 2026


Selasa, 03 Februari 2026 / 20:00 WIB
Stimulus Rp 12 Triliun Diprediksi Tak Signifikan Dongkrak Ekonomi Kuartal I 2026
ILUSTRASI. Stimulus ekonomi Rp 12 triliun yang akan digelontorkan pemerintah pada kuartal I-2026 tidak akan memberi dampak signifikan ke pertumbuhan ekonomi. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA) David Sumual menilai stimulus ekonomi sebesar Rp 12 triliun yang akan digelontorkan pemerintah pada kuartal I-2026 tidak akan memberi dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Kendati demikian, David memprediksi, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 masih berpeluang menguat, meskipun stimulus fiskal dampaknya relatif terbatas. Ia menyebut, terdapat faktor musiman yang berpotensi mendorong aktivitas ekonomi pada awal tahun.

"Dampaknya memang tidak signifikan karena hanya sebagai bantalan sosial karena nominal kecil. Tapi di luar stimulus, faktor musiman lebaran, puasa dan imlek juga akan membuat pertumbuhan Kuartal I cukup akseleratif," ” ujar David kepada Kontan, Selasa (3/2/2026).

Baca Juga: Ekonom Ingatkan Risiko Tekanan Fiskal dan Likuiditas di Awal 2026

Sebagai perbandingan, pada kuartal IV-2025, pemerintah mengalokasikan stimulus yang jauh lebih besar, yakni sekitar Rp 46,2 triliun. Namun demikian, sejumlah ekonom memperkirakan stimulus tersebut hanya mampu menjaga pertumbuhan ekonomi di kisaran 4,9% hingga 5,2%.

Terkait prospek pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026, David menyebut, masih berpeluang lebih tinggi dibandingkan realisasi kuartal I-2025 yang sebesar 4,87%, terutama karena efek basis rendah (low base).

“Bisa lebih tinggi karena faktor low base,” ujar David.

Ia sendiri mengaku belum melakukan perhitungan resmi terkait proyeksi pertumbuhan kuartal I-2026. Namun, terdapat perbedaan pola belanja pemerintah dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tahun lalu pemerintah menahan belanja pada Februari. Tahun ini belanja pemerintah sudah akseleratif sejak Kuartal I dan ada stimulus juga,” imbuh David.

Baca Juga: Pemulihan Ekonomi Makin Solid, Menkeu Minta Investor Tak Khawatir

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×