Reporter: Tim KONTAN | Editor: Indah Sulistyorini
KONTAN.CO.ID - Menjelang usia 70 tahun, perjalanan Astra bukan sekadar catatan waktu, melainkan jejak panjang yang tumbuh bersama dinamika bangsa. Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro, menggambarkan perjalanan Astra bukan hanya sebagai entitas bisnis, tetapi sebagai bagian dari perjalanan ekonomi dan sosial Indonesia yang terus bergerak.
“Enam puluh sembilan tahun bukan sekadar hitungan waktu, melainkan kisah tentang jutaan langkah yang tumbuh dan bergerak bersama bangsa,” tutur Djony.
Di balik ketahanannya menghadapi berbagai krisis, dari gejolak ekonomi, disrupsi teknologi, hingga pandemi, Astra bertumpu pada fondasi nilai yang diwariskan sejak awal. Filosofi Catur Dharma, yang diperkenalkan sang pendiri William Soeryadjaya, menjadi core value yang tak lekang oleh zaman. Djony menyebut, Catur Dharma bukan sekadar prinsip yang tertulis, tetapi nilai utama dalam setiap pengambilan keputusan, setiap kerja sama, dan setiap langkah perusahaan. Nilai itu pula yang menghidupkan cita-cita besar Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa.
Filosofi tersebut diwujudkan dalam gambaran sederhana nan kokoh. Dalam filosofi yang diwariskan William, Astra diibaratkan pohon rindang. Sebuah perusahaan yang tidak hanya tumbuh lebat, tetapi juga menaungi dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Di tengah perubahan zaman yang cepat, nilai ini tetap dijaga melalui kepemimpinan yang memberi teladan. Djony menegaskan, internalisasi nilai Catur Dharma bukan sekadar program, melainkan praktik sehari-hari yang terus diwariskan lintas generasi. “Lead by example,” tegas Djony.
Fondasi Astra terbentuk tidak hanya terletak pada strategi atau sistem, melainkan pada sumber daya manusia di dalamnya. Konsep “people legacy” menjadi penopang kesinambungan perusahaan. Proses regenerasi kepemimpinan dirancang jauh-jauh hari untuk keberlanjutan Astra yang lebih luas. “Setiap masa ada orangnya, dan setiap orang ada masanya,” kata Djony.
Bukan tanpa inovasi. Dalam ekosistem yang kini mencakup ratusan entitas bisnis dan ratusan ribu karyawan, Astra terus mengasah talenta melalui rotasi lintas bisnis dan penugasan strategis guna membentuk pemimpin masa depan yang tidak hanya cakap, tetapi berkarakter kuat. Astra optimis, talenta yang berbakat akan memiliki dampak positif secara luas. 
Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro (kiri) saat memberikan penghargaan pada acara Awarding 15th SATU Indonesia Awards 2024
Ujian bisnis dan tumbuhkan empati
Dalam enam tahun terakhir, Astra menghadapi ujian berat, terutama saat pandemi COVID-19 yang menekan hampir seluruh lini bisnis. Namun, ketangguhan portofolio yang terdiversifikasi menjadi penopang utama. Laba bersih yang sempat tertekan pada 2020 perlahan bangkit hingga dua kali lipat dalam lima tahun berikutnya. Djony mengungkapkan, keberhasilan ini bukan sebuah kebetulan, melainkan hasil dari kombinasi pengalaman panjang, kualitas produk, serta sinergi kuat dalam ekosistem bisnis.
Dinamika industri pun semakin berubah. Dalam menghadapi masa depan yang semakin kompleks, Astra memilih untuk tetap berakar kuat pada nilai, sembari terus bertumbuh mengikuti zaman. Astra pun tidak ingin berhenti pada bisnis yang ada dan terus berekspansi ke sektor-sektor baru mulai dari layanan kesehatan hingga mineral non-batubara.
Langkah tersebut menjadi bagian strategi jangka panjang Astra, namun tetap berprinsip pada kehati-hatian dan disiplin alokasi modal (capital expenditure). Bagi Djony, portofolio Astra selalu kembali pada tiga hal yaitu optimalisasi bisnis inti, pengembangan lini terkait, dan investasi di sektor baru. Di situlah keseimbangan antara kinerja jangka pendek dan menjaga rencana transformasi masa depan.
“Grup juga telah berekspansi ke area-area yang berdekatan dengan bisnis yang ada, seperti meningkatkan investasi di segmen mobil bekas dan memperluas produk pembiayaan yang ditawarkan (seperti pembiayaan multiguna dan perbankan digital),” sambung Djony.
Di luar bisnis, Astra terus memperluas kontribusi sosialnya. Program Desa Sejahtera Astra, SATU Indonesia Awards, hingga inisiatif kemanusiaan melalui Nurani Astra menjadi wujud nyata upaya perusahaan untuk memberi dampak langsung bagi masyarakat. Fokusnya tidak hanya pada bantuan sesaat, tetapi pemberdayaan berkelanjutan yang menyentuh sektor kesehatan, pendidikan, kewirausahaan, dan lingkungan.
Djony menegaskan, keberlanjutan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh kekuatan finansial, tetapi oleh nilai yang dijaga bersama. “Astra harus tetap menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa, Menjalankan usaha dengan taat hukum dan peraturan, serta memperhatikan etika dan norma moral dan sosial, serta salah satu yang terpenting adalah empati,” kata Djony.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













