kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Belanja Negara Tertahan, Bansos, THR, dan Ramadan Jadi Mesin Ekonomi Kuartal I 2026


Minggu, 01 Februari 2026 / 14:37 WIB
Belanja Negara Tertahan, Bansos, THR, dan Ramadan Jadi Mesin Ekonomi Kuartal I 2026
ILUSTRASI. Konsumsi masyarakat masih menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. (ANTARA FOTO/BASRI MARZUKI)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Penyerapan belanja negara di awal tahun 2026 diperkirakan kembali melambat, seperti pola tahun-tahun sebelumnya.

Untuk diketahui, total belanja negara dalam APBN 2026 mencapai Rp 3.842,7 triliun, meningkat dari outlook tahun 2025 sebesar Rp 2.865,5 triliun

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet menyampaikan, melihat pola tahun-tahun sebelumnya, pada kuartal I biasanya banyak belanja yang masih tertahan proses administrasi, penyesuaian kebijakan, sampai lelang proyek, sehingga efek Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ke ekonomi belum langsung terasa.

Akibatnya, kata Yusuf, dorongan pertumbuhan di awal tahun sering tidak datang dari proyek besar, tapi dari belanja yang sifatnya rutin, cepat cair, dan langsung masuk ke peredaran uang.

“Karena itu, di awal 2026 justru bantuan sosial (bansos) dan belanja pegawai bisa jadi penopang utama ekonomi,” tutur Yusuf kepada Kontan, Minggu (1/2/2026).

Baca Juga: Ujian Berat Stabilitas Keuangan Nasional di Awal Februari 2026

Yusuf membeberkan, bansos yang biasanya cair sejak awal tahun langsung dibelanjakan, terutama oleh kelompok rumah tangga yang memang sangat bergantung pada tambahan pendapatan.

Alhasil, uangnya cepat berputar ke pasar, warung, transportasi, dan jasa, sehingga dampaknya ke aktivitas ekonomi relatif lebih cepat dibanding belanja proyek yang masih proses.

Selain itu, pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) Aparatur Sipil Negara (ASN) menjelang Lebaran juga dinilai berperan besar sebagai stimulus musiman.

“Setiap kali THR cair, konsumsi biasanya melonjak, mulai dari belanja kebutuhan pokok, pakaian, perjalanan mudik, sampai pariwisata dan UMKM,” ungkapnya.

Menurut Yusuf, karena momentum Lebaran jatuh di sekitar kuartal I atau awal kuartal II, suntikan likuiditas dari THR ini sering membantu menahan pelemahan ekonomi di awal tahun, terutama saat belanja modal pemerintah belum sepenuhnya jalan.

Pun momentum ini juga dinilai semakin kuat karena ada efek Ramadan. Permintaan pangan, logistik, ritel, dan transportasi memang naik secara alami. Kalau pemerintah bisa menyelaraskan pencairan bansos, THR, serta kebijakan stabilisasi harga dan subsidi tertentu.

“Ramadhan bukan cuma ramai secara musiman, tapi benar-benar menjadi pendorong konsumsi yang terasa di data pertumbuhan,” tambahnya.

Baca Juga: Aliran Modal Asing Hengkang Rp 12,55 Triliun di Periode 26-29 Januari 2026

Yusuf menambahkan, ketika proyek infrastruktur dan belanja investasi masih bergerak lambat, mesin ekonomi pada kuartal I 2026 lebih realistis bertumpu pada konsumsi, melalui penyaluran bansos, belanja pegawai, THR ASN, serta stimulus Ramadan.

Menurutnya pertumbuhan konsumsi rumah tangga penting lantaran merupakan tulang punggung Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Meski demikian, kata Yusuf, kuncinya terletak pada waktu. Semakin cepat uang masuk ke masyarakat, semakin besar peluang ekonomi kuartal I tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga mulai memberi sinyal pemulihan sebelum belanja negara yang lebih besar menyusul pada kuartal berikutnya.

Selanjutnya: Kredit Korporasi dan Komersial Bank Syariah Tumbuh Subur pada 2025

Menarik Dibaca: Harga emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian hari ini Minggu (1/2/2026) Kompak Turun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×