kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.689.000   -24.000   -0,88%
  • USD/IDR 17.984   25,00   0,14%
  • IDX 5.789   -112,98   -1,91%
  • KOMPAS100 763   -19,90   -2,54%
  • LQ45 579   -10,88   -1,85%
  • ISSI 198   -3,27   -1,62%
  • IDX30 330   -5,23   -1,56%
  • IDXHIDIV20 410   -3,71   -0,90%
  • IDX80 87   -1,84   -2,09%
  • IDXV30 109   -1,61   -1,45%
  • IDXQ30 107   -0,80   -0,74%

Sri Mulyani: Perbaikan ekonomi diperkirakan baru terjadi di kuartal IV-2020


Senin, 06 April 2020 / 15:44 WIB
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani


Reporter: Grace Olivia | Editor: Anna Suci Perwitasari

Sri Mulyani menjelaskan, perlambatan akan sangat signifikan terjadi pada agregat permintaan di mana konsumsi rumah tangga diproyeksi hanya sanggup tumbuh 3,2% dan pengeluaran pemerintah dan konsumsi lembaga non-profit rumah tangga (LPNRT) terkontraksi -0,2% sepanjang tahun ini. 

Begitu juga dengan pertumbuhan investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yang diproyeksi hanya 1,3%. Sementara, konsumsi pemerintah diperkirakan dapat tumbuh 6,8%. 

Pertumbuhan ekspor dan impor akan mengalami kontraksi yang cukup dalam yaitu masing-masing -11,7% dan -13,5% di tahun 2020. 

Baca Juga: Sri Mulyani kaji pemberian THR dan gaji ke-13 bagi PNS

"Sehingga secara keseluruhan, kami perkirakan pertumbuhan ekonomi 2020 untuk baseline baru kita adalah di 2,3%,” ujar Menkeu. 

Bersama BI, OJK, dan LPS, Sri Mulyani mengatakan, pemerintah terus melakukan asesmen secara  forward-looking termasuk skenario baseline terbaru yang dipaparkan ke anggota dewan tersebut. 

“Termasuk kemungkinan lebih buruk dari kondisi baseline yang sudah kami asses saat ini,” tandas dia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×