kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Siswono: 70 ribu hektare sawah baru belum mencukupi


Selasa, 21 Desember 2010 / 20:21 WIB


Reporter: Astri Kharina Bangun | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Anggota Komisi IV DPR RI Siswono Yudo Husodo menilai program pemerintah untuk menciptakan 70.000 hektare sawah baru sepanjang 2011 masih kurang mencukupi. "Realistis tapi tidak berarti banyak," kata Siswono kepada KONTAN, Selasa, (22/12).

Menurut politisi Partai Golkar ini, target pencetakan yang ditetapkan pemerintah tersebut harusnya diperbesar. Pasalnya, di Pulau Jawa saja setiap tahun terjadi pengurangan sawah akibat konversi lahan menjadi permukiman maupun jalan tol seluas 40.000 hektare per tahun.

"Kalau bisa setiap tahun dicetak 200.000 hektare sawah. Jika masih kurang dari itu, kita bakal terus jadi importir beras," ujar Mantan Menteri Pertanian tersebut.
Menurut Siswono, pencetakan lahan sawah bisa dilakukan dengan dua cara, yakni mencetak sawah tadah hujan baru atau mengubah sawah eks-lahan.

Seperti pernah diberitakan, Menteri Pertanian Suswono berencana mencetak 70.000 hektare sawah baru yang berpotensi meningkatkan produksi beras minimal 210 ribu ton. Sekadar gambaran, secara kumulatif kebutuhan konsumsi beras dalam setahun sekitar 33 juta ton. Sementara tingkat produksi beras rata-rata sebesar 38 juta ton per tahun. Selama ini kemampuan pemerintah mencetak sawah baru rata-rata 30.000 hektare per tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×