kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Setahun Pemerintahan Prabowo, ATR/BPN Selamatkan Aset Rp 9,67 T dari Konflik Tanah


Senin, 27 Oktober 2025 / 19:07 WIB
Setahun Pemerintahan Prabowo, ATR/BPN Selamatkan Aset Rp 9,67 T dari Konflik Tanah
ILUSTRASI. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mencatatkan kinerja positif dalam menuntaskan konflik pertanahan setahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mencatatkan kinerja positif dalam menuntaskan konflik pertanahan setahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, mengatakan penyelesaian konflik adalah upaya strategis untuk memastikan kepastian hukum sekaligus melindungi aset negara dan hak masyarakat.

“Tanah harus menjadi sumber kesejahteraan, bukan sumber masalah,” tuturnya dalam keterangan resmi, Jumat (24/10/2025).

Nusron menjabarkan, dalam periode Oktober 2024 hingga Oktober 2025, Kementerian ATR/BPN menerima total 6.015 kasus pertanahan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.019 kasus atau 50,02% telah berhasil diselesaikan.

Baca Juga: Belajar dari Kasus Pagar Laut, Nusron Minta Surveyor Buat Peta yang Akurat

Penyelesaian didorong melalui mekanisme nonlitigasi seperti mediasi, verifikasi data, serta koordinasi intensif dengan aparat penegak hukum (APH) dan pemerintah daerah.

“Penyelesaian kami dorong lebih cepat dan berkeadilan, agar masyarakat mendapatkan kepastian hak tanpa harus menempuh jalur panjang di pengadilan,” jelas Nusron.

Dari tuntasnya ribuan kasus tersebut, lanjut dia, tanah seluas 13.075,94 hektare berhasil diselamatkan dari berbagai masalah, mulai dari penguasaan tidak sah hingga tumpang tindih hak.

Adapun nilai kerugian yang dicegah sebesar Rp 9,67 triliun tersebut terdiri dari kerugian nyata (real loss) sebesar Rp 6,72 triliun, kerugian potensial (potential loss) sebesar Rp 1,67 triliun, dan potensi kehilangan penerimaan negara (fiscal loss) sebesar Rp 1,27 triliun.

Menurut Nusron, capaian ini membuktikan fungsi strategis Kementerian ATR/BPN sebagai penjaga aset vital negara.

Baca Juga: Menteri ATR/BPN Nusron Sebut Luas Tanah Terlantar Capai 100.000 Ha

“Setiap konflik tanah yang berhasil diselesaikan berarti ada uang negara yang terselamatkan, ada keluarga masyarakat yang haknya dipulihkan, dan ada keadilan yang ditegakkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nusron menambahkan, penanganan konflik didukung pendekatan pemetaan digital, perbaikan data spasial, dan transparansi pelayanan. Hal ini diperkuat koordinasi aktif dengan Kejaksaan Agung dan Polri.

“Era baru penanganan konflik pertanahan harus kolaboratif dan berbasis data. Dengan sistem digital, potensi konflik bisa dicegah sebelum terjadi,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×