kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

SBY: Kebijakan Turunkan Harga BBM Bukan karena Pilpres


Selasa, 13 Januari 2009 / 16:06 WIB


Reporter: Hans Henricus | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tampaknya gerah manakala keputusannya memangkas harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan tarif listrik dianggap sebagai kampanye menjelang Pemilu 2009.

Lantas, Presiden menegaskan kebijakan memangkas biaya energi listrik dan BBM serta tarif angkutan umum sesuai dengan prioritas Pemerintah. "Kebijakan itu bukan karena mau Pilpres, maupun Pemilu Legislatif," imbuhnya.

Menurut Presiden, apa pun komentar terhadap keputusan Pemerintah Senin (21/1) kemarin, harus dihadapi. "Karena pemerintah kan menjalankan amanah rakyat," kata SBY.

Senin (12/1), Pemerintah kembali memangkas harga BBM bersubsidi jenis premium dan solar. Premium dipangkas Rp 500 menjadi Rp 4.500 per liter dari sebelumnya Rp 5.000 per liter. Solar turun Rp 300 menjadi Rp 4.500 per liter dari sebelumnya Rp 4.800 per liter. Sedangkan harga minyak tanah masih akan tetap Rp 2.500 per liter.

Sedangkan, untuk tarif listrik pemerintah memberi potongan kepada golongan industri I 3 dengan daya listrik 201 KVA sampai 30 MVA dan golongan I 4 dengan daya listrik di atas 30 MVA. Sementara tarif angkutan umum turun sebesar 10%. Kebijakan itu akan mulai berlaku Kamis, 15 Januari nanti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×