kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

SBY: Kebijakan Turunkan Harga BBM Bukan karena Pilpres


Selasa, 13 Januari 2009 / 16:06 WIB


Reporter: Hans Henricus | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tampaknya gerah manakala keputusannya memangkas harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan tarif listrik dianggap sebagai kampanye menjelang Pemilu 2009.

Lantas, Presiden menegaskan kebijakan memangkas biaya energi listrik dan BBM serta tarif angkutan umum sesuai dengan prioritas Pemerintah. "Kebijakan itu bukan karena mau Pilpres, maupun Pemilu Legislatif," imbuhnya.

Menurut Presiden, apa pun komentar terhadap keputusan Pemerintah Senin (21/1) kemarin, harus dihadapi. "Karena pemerintah kan menjalankan amanah rakyat," kata SBY.

Senin (12/1), Pemerintah kembali memangkas harga BBM bersubsidi jenis premium dan solar. Premium dipangkas Rp 500 menjadi Rp 4.500 per liter dari sebelumnya Rp 5.000 per liter. Solar turun Rp 300 menjadi Rp 4.500 per liter dari sebelumnya Rp 4.800 per liter. Sedangkan harga minyak tanah masih akan tetap Rp 2.500 per liter.

Sedangkan, untuk tarif listrik pemerintah memberi potongan kepada golongan industri I 3 dengan daya listrik 201 KVA sampai 30 MVA dan golongan I 4 dengan daya listrik di atas 30 MVA. Sementara tarif angkutan umum turun sebesar 10%. Kebijakan itu akan mulai berlaku Kamis, 15 Januari nanti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×